Christian Books

Jumat, 26 April 2019

KESAKSIAN BAPAK MARTHEN EGETAN HANGUS TERBAKAR DALAM RUANG PANEL LISTRIK RIBUAN VOLT MATI DAN HIDUP KEMBALI

Siapa yang tak mengenal Kiki? Semenjak memenangkan kontes penyanyi cilik yang ditayangkan sebuah stasiun televisi swasta, nama Kiki memang semakin terkenal. Penampilan bocah 12 tahun itu telah memikat jutaan pemirsa terutama anak-anak sebayanya. Namun di balik kesuksesan Kiki, terdapat kisah sang ayah yang sangat mengenaskan.

Video Kesaksian Marthen Egetan Hangus Terbakar, 
Mati, dan Bangkit dari Kematian 

Dahulu, ayah Kiki, Marthen Egeten diminta bantuan oleh atasannya untuk membetulkan mesin yang bermasalah.

"Teman saya waktu itu sempat memberi isyarat pada saya bahwa ada percikan api yang keluar dari atas. Saya kaget! Saya tidak bisa berbuat apa-apa sewaktu itu. Refleks, tangan kanan saya menutup mata saya. Saya bingung bagaimana harus keluar dari situ sewaktu itu. Saya tidak bisa keluar karena saya tutup mata saya. Dan api tetap membakar tubuh saya. Saya sudah merasakan kepanasan dan perih. Api itu tetap mengikuti saya. Saya ke kiri, api itu ke kiri. Saya ke kanan, api itu ikut ke kanan. Saya pikir saya sudah mau mati. Karena saya sudah dibuat capek, sudah dibuat lelah oleh api ini. Saya lari ke sana kemari, saya peluk kabel. Tapi tidak ada aliran listrik yang membunuh saya. Akhirnya saya pun pasrah begitu saja," kisah Marthen bagaimana ia terserang api dan berjuang untuk keluar dari siksaan api tersebut.

Dalam keadaannya yang sudah tak berdaya, Marthen mengalami sebuah peristiwa yang aneh.

"Saya memejamkan mata, saya mendengar suatu seruan yang sepertinya keluar dari seorang wanita, ia katakan dan membangun saya dengan suara yang nyaring. Ia katakan sama saya waktu itu - "Tidak, kamu harus bangun. Kamu harus lawan api itu dan kamu akan diselamatkan.' - Setelah saya buka mata saya, saya sudah bisa menangkap Cahaya. Cahaya terang. Saya kaget sewaktu itu, karena saya sudah terbaring rapi di depan panel yang terbakar tadi," lanjut kisah Marthen.

Dalam kondisinya yang setengah sadar, teman-teman Marthen pun kemudian datang dan menolong Marthen.

"Mereka pikir saya sudah mati atau bagaimana pingsannya, waktu diangkat bagian tangan ini, tangan ini sudah matang, gosong, kulitnya terkelupas. Saya merasakan tangan, kepala, kaki itu sudah terpisah-pisah karena saking perihnya itu," kisah Marthen.

Melihat kondisi luka bakarnya yang sangat parah, Marthen segera dilarikan ke rumah sakit. Saat istri dan ibu Marthen tiba, betapa terkejutnya mereka melihat keadaan Marthen. Akibat tegangan listrik bertegangan tinggi dan sambaran api yang begitu dahsyat membuat tubuh Marthen bagai seonggok daging asap yang hangus terbakar.

Bapak Marthen Egetan yang 
Mengalami Kuasa Mujizat Tuhan Hidup Kembali

Setelah menunggu beberapa jam, tiba-tiba sebuah pernyataan dokter membuat jantung ibu dan istri Marthen seakan berhenti berdetak. "Lebih baik ibu pulang saja, membereskan rumah, karena katanya Bapak mungkin sudah tak bisa tertolong lagi. Karena luka bakarnya sudah stadium 4," kisah istri Marthen.

Marthen sendiri mendengar perbincangan mereka, "Mereka pikir saya tidak bisa mendengar, saat itu dalam keadaan pingsan atau bagaimana. Tapi, saya masih bisa mendengar sewaktu itu. Hati saya semakin sakit. Karena... itu mengingatkan kembali perkataan saya sama istri saya bahwa saya akan melakukan tanggung-jawab sepenuhnya. "Kamu tenang saja," - itu janji saya sama istri saya."

Janji yang begitu manis, pupus sudah. Kini yang tersisa adalah guratan kesedihan dan ketakutan mendalam yang nampak dalam diri istri dan ibu Marthen.

"Saat itu saya belum siap untuk ditinggal oleh bapaknya Kiki. Waktu itu Kiki masih kecil, dia butuh seorang ayah. Memang sewaktu itu di pikiranku, pasti meninggal kan... Karena dari kisah teman-temannya memang tak akan ketolong lagi. Di hati saya, saya berdoa - "Tuhan, jika boleh... Tuhan kasih lagi kesempatan kami bersama. Saya akan terima dia apapun keadaannya," tutur istri Marthen.

Dalam kondisinya yang kritis, sang ibu membacakan sebuah kisah menarik kepada Marthen. Dan hati Marthen pun tersentuh saat mendengarkannya.

"Mama saya membisikkan cerita-cerita bagaimana Tuhan Yesus dulu punya penderitaan. Dan disitulah saya terkejut dan terbangun dari kelemahan saya," kisah Marthen.

Beberapa jam kemudian, Marthen pun menunjukkan tanda-tanda kehidupan. "Saya mulai memberikan reaksi melalui tubuh saya. Saya terbatuk, mama saya langsung berteriak. "Dia hidup!'- Dan dokter itupun merasa terkejut ketika ia mulai melihat denyut dan tanda nadi."

Setelah Marthen sadar dari keadaan kritis, beberapa hari kemudian dokterpun langsung melakukan tindakan operasi. Ada bagian luka dari Marthen yang harus ditutupi dengan daging yang diambil dari tubuh Marthen sendiri.

Setelah operasi tersebut berhasil, penderitaan Marthen belum berakhir. Ia mengalami pergolakan batin saat akan melihat wajahnya sendiri.

"Setiap orang yang datang... pingsan ketika melihat saya. Saya bingung, sudah separah mana wajah saya, keberadaan saya waktu itu. Saya menguatkan hati saya, saya minta cermin. Sebenarnya mama saya tidak mau kasih, tapi saya bilang kalau saya penasaran. Kok sampai suster saja tidak mau masuk sini?. Saya pun perlahan-lahan melihat pantulan wajah saya di cermin..." kisah Marthen.

Marthen sangat terkejut melihat wajahnya yang terpantul di cermin.

"Itu sebenarnya sudah bukan orang lagi, itu sudah tengkorak. Semuanya mulai rata. Yang tinggal hanya gigi dan mata," ujar Marthen.

Kecewa dan sedih. Semua bercampur dalam batin Marthen saat ia melihat wajahnya hancur berantakan. Ia menjadi putus asa... Sehingga berpikir lebih baik mati saja.

"Karena percuma... Saya bilang sama Tuhan, "Tuhan kok tidak adil ya?' - Setiap saat saya mau keluar, saya selalu berdoa. Waktu di tempat kerja, kalau ada kesempatanpun saya berdoa, saya minta Tuhan kalau bisa saya dijauhkan dari malapetaka dari kecelakaan. Tapi kok tiba-tiba begini... Mengapa Tuhan? Mengapa bukan orang-orang yang melakukan hal-hal yang lebih jahat lagi? Saya menangis sambil mengatakan itu..." kisah Marthen.

Belum habis kepedihan batinnya, setiap hari Marthen harus menahan rasa sakit yang luar biasa saat harus bangun dari tidurnya. Marthen pun sering mengalami pendarahan sehingga ia harus sering mengalami transfusi darah agar dapat bertahan hidup.

Belum usai kepedihan Marthen, ia pun dilingkupi ketakutan akan kepergian sang istri. Bahkan ketika melihat dokter berbicara dengan sang istri, api amarah berkecamuk dalam pikiran dan batinnya.

"Dalam keadaan kelemahan itu, terpikir juga bahwa... hancurlah sudah keluarga kita. Sia-sialah keluarga kita yang sudah kita bangun bersama pada waktu yang lalu," pikir Marthen mengenai keadaan keluarganya yang akan berubah akibat tragedi yang dialaminya.

Pikirnya, kalaupun istrinya ingin meninggalkan dia, itu adalah hak istrinya. "Tapi jujur dalam hati saya, saya tidak terima." Tetapi istrinya sendiri tidaklah seperti itu. "Tak mungkinlah seenaknya saya cepat-cepat mencari pengganti," bantah istrinya.

Perawatan selama 1 tahun di rumah sakit membuat keadaan Marthen semakin baik, bahkan kulit baru mulai muncul di beberapa bagian tubuhnya. Namun penderitaannya belumlah usai ketika ia kembali ke rumah. Karena untuk hal-hal kecil pun, Marthen haruslah selalu membutuhkan bantuan istrinya.

"Saya ini merasa berdosa sekali. Keadaan saya ini menjadi beban buat mereka semua. Ya, saya tidak bisa melakukan apa-apa," tutur Marthen.

Merasa keberadaannya hanya menyusahkan keluarga membuat semangat hidup Marthen semakin padam. Bahkan saat ia mencoba memberanikan diri untuk bersosialisasi, sebuah penolakan yang menyakitkan pun harus ia terima.

"Perasaan takut, perasaan minder itu ada ya... Saya pernah mencegat mobil, tapi, sampai mobil pun gak mau berhenti. Dari jauh saya sudah kasih tanda ke angkot, tapi begitu dekat, sopir itu membuang muka seakan-akan tidak melihat apa-apa. Selama setengah jam saya berdiri di pinggiran jalan, saya menjadi malu, saya pulang. Saya merasa sedih sekali," kisah Marthen mengenai penolakan ketika ia bergaul di tengah masyarakat.

Bahkan keceriaan dan kegembiraan anak-anak yang biasanya bermain di depan rumah Marthen berubah menjadi teriakan ketakutan saat melihat dirinya.

"Lebih baik saya mati saja, kenapa Tuhan membiarkan saya lagi hidup? Kalau saya harus berhadapan dengan orang-orang di luar sana yang mungkin merasa takut dan jijik dengan keberadaan saya," kisah Marthen.

Namun di tengah keletihan batinnya, Marthen mencoba untuk menemukan kedamaian yang abadi. "Satu hal yang dia berikan kepada saya, kini kita tahu sekarang... Bahwa segala sesuatu yang terjadi, itu adalah campur tangan Tuhan untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Dia. Sungguh luar biasa perkataan dari nas itu yang menggembirakan saya, menguatkan saya. Sehingga tadinya saya merasa tidak berguna lagi dengan apa yang saya alami. Tetapi ketika saya menemukan kata peneguhan ini, saya merasa berarti. Saya masih berarti di mata Tuhan."

Saat itu Marthen mulai menemukan sebuah harapan baru dalam hidupnya. Bahkan sang istri, mulai membuat Marthen merasa semakin berharga.

"Yang saya rasakan ketika berada dengan dia... Apa yang kami alami, apa yang kita lakukan pada masa-masa pacaran itulah yang terjadi. Seperti ketika dia menggandeng saya ketika kami berjalan," kisah Marthen.

Tak hanya perhatian dari sang istri, sang anak yang waktu itu masih berusia 7 tahun pun menunjukkan kasih sayangnya. Kiki, selalu mengajak ayahnya untuk pergi keluar bersama. Tetapi Marthen yang menolak dengan mengatakan bahwa nanti teman-teman Kiki akan mengejek Kiki jika melihat keadaan ayahnya. Tetapi Kiki tak menyetujui perkataan ayahnya itu bahkan ia akan marah jika ada teman-temannya yang mengejeknya dan ayahnya.

Melihat itu, Marthen sangat senang dan mengucap syukur dengan keluarganya. "Saya tidak malu. Yang penting anak dan istri saya masih mau mengakui keberadaan saya walaupun keadaan saya sudah begini."

Kiki sendiri berkata, "Kiki tak pernah malu dengan keadaan papa seperti itu. Karena papa itu seperti malaikat yang selalu membimbing Kiki dan sering mengajarkan yang terbaik buat Kiki."

"Cinta saya sama suami saya seperti cinta kayak kami pacaran dulu. Sampai sekarang juga, masih tetap cinta. Tak berkurang, malahan, dulunya 100 persen sekarang menjadi 200 persen," ujar Anitha, istri Marthen.

"Dokter dulu memvonis bahwa saya tidak ada harapan sama sekali. Namun, mukjizat Tuhan lain. Ketika manusia angkat tangan, Tuhan turun tangan. Jadi mustahil bagi manusia, bukan mustahil bagi Tuhan," tutup Marthen Egeten. 
Read More..

Jumat, 05 April 2019

YESUS ADALAH ANAK ALLAH, TUHAN ALLAH YANG JADI MANUSIA

Banyak ayat-ayat Alkitab, perkataan Yesus tentang siapa diri-Nya.

Yesus katakan diri-Nya Anak Allah, Dia juga katakan tentang diri-Nya: Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa

Injil Yohanes 10:34 Kata Yesus kepada mereka: "Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?
10:35 Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah--sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan,
10:36 masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?
10:37 Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku,
10:38 tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa."

Siapa yang dimaksudkan Yesus dengan Bapa?
Injil Yohanes 8:54 Jawab Yesus: "Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami,

Jadi Allah Bapa ada di dalam Yesus dan Yesus Kristus ada di dalam Allah Bapa, Yesus juga Anak Allah.

Dalam ayat yang lain Yesus berkata Dia keluar dan datang dari Allah
Injil Yohanes 8:42 Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.

Yesus juga katakan dalam Injil Yohanes jika mengenal diri-Nya sama dengan mengenal Tuhan Allah Bapa, jika melihat Dia Yesus, sama dengan melihat Allah Bapa.
14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
14:7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."

Kita bisa bayangkan, analogikan ada suatu samudera yang luas, dan ada kendi tanah liat ditenggelamkan di dalam lautan samudera itu. Segera air laut samudera itu mengisi dan memenuhi kendi tanah liat itu, sehingga tidak ada rongga udara yang tersisa. Bisa kita bayangkan Roh Allah itu sebagai samudera yang luas, dan air laut samudera yang masuk ke dalam kendi tanah liat yang ditenggelamkan ke dalam samudera itu sebagai Roh Tuhan Yesus Kristus.


Kendi tanah liat di dalam lautan samudera,
dimana air laut samudera memenuhinya
Jelas air laut di dalam kendi, yang memenuhinya yang berasal dari air laut samudera raya bisa berkata dia anak dari air laut samudera raya itu. Juga air laut dalam kendi bisa berkata dia di dalam air lautan samudera raya, dan air laut samudera raya ada di dalam dia kendi. Juga air laut dalam kendi bisa berkata dia datang dan keluar dari air laut samudera raya masuk ke dalam kendi tanah liat itu.

Dalam banyak hal orang mempersoalkan kok Tuhan Allah beranak, atau mempunyai anak? 

Kita ketahui bahwa amoeba berkembang biak dengan membelah diri, satu amoeba membelah diri jadi dua amoeba, sah-sah saja amoeba kedua disebut anak amoeba pertama, dan amoeba pertama disebut bapak dari amoeba kedua, berkembang biak tanpa proses melahirkan, seperti hewan sapi, kucing, dan hewan mamalia lainnya. Jadi tidak relevan jika Tuhan Allah mempunyai Anak mesti beranak seperti kucing, sapi dan lainnya. 

Air laut samudera dapat menguap jadi awan, bisa bayangkan betapa sangat banyak partikel awan tersebut. Jika awan tersebut jadi hujan, berapa banyak air hujan tersebut yang semula berasal dari air laut yang menguap jadi awan dan hujan? Demikian juga Roh Allah, mau jadi satu, dua, sejuta, semilyard, setriliun, bisa bisa saja, boleh boleh saja, karena dia Maha Kuasa. Amin.

Yesus katakan dalam Injil Yohanes 3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. 

Jadi apa yang dilahirkan dari Roh Allah, berbeda dengan apa yang dilahirkan dari darah dan daging, dan tidak bisa disamakan.

Juga dalam kitab nabi Yoel 2:28 "Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan.

Dalam hal yang lain mereka yang percaya Yesus Kristus Tuhan dan Juruselamatnya, bertobat dan dibaptis akan diselamatkan, dapat hati yang baru, dan roh yang baru, dijauhkan hati yang keras dan diberikan hati yang taat. Merekan dijadikan anak-anak Allah, rohnya dilahirkan kembali dari Roh Allah, Roh Kudus-Nya yang kekal. 

Injil Yohanes 
1:9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.
1:10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
1:13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.
1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Dari Firman Tuhan di Injil Yohanes:
Yoh. 3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.“
Yoh. 3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Yesus dibaptis dan Roh Kudus Allah turun atas-Nya,
dilahirkan kembali dari air dan Roh Allah, Anak Allah
Jelas seseorang harus dilahirkan kembali untuk "Melihat Kerajaan Allah", dan harus dilahirkan kembali dari "Air dan Roh" agar bisa "Masuk kedalam Kerajaan Allah".
Pengertian kelahiran kembali yaitu: Seseorang menyatakan dengan mulut dan dengan hati "Mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat diri kita (pribadi) yang menebus dosa-dosa kita diatas kayu salib dan mati untuk kita serta bangkit dan naik ke Sorga, dan mengundang Dia Yesus Kristus Tuhan masuk kedalam hati kita - sehingga kita hidup kekal karena Dia (Roh Kudus) berkenan tinggal di dalam hati kita -, dan mengakui Dia (Yesus Kristus) sebagai Tuhan dan Raja di dalam kehidupan kita (pribadi), serta BERTOBAT, tidak lagi melakukan dosa-dosa baik dalam pikiran, tindakan, perkataan dan perbuatan (meninggalkan dosa).

BAGAIMANA MEMPEROLEH TANDA PERTOBATAN ?

JANJI PEMBAHARUAN (Yehezkiel 36:25-27)

Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu.

Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.

Yesus keluar dari sunga Yordan sesudah dibaptis

BAPTISAN TANDA PERTOBATAN (Matius 3:11)

Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

Dari kedua ayat diatas jelas kita harus dibasuh oleh Air (dibaptis) di dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus, yaitu di dalam nama "Yesus Kristus Tuhan", untuk pentahiran kita dari segala dosa dan kenajisan, serta cara hidup yang lama/ dosa (misal penyembahan berhala, patung, perdukunan, menyembah roh nenek moyang, menyembah uang dan kekayaan (berhala modern), seks bebas, perzinahan, pencurian, percabulan, iri hati, dengki, durhaka, menipu, membunuh dll.), kita akan diberikan hati dan roh yang baru di dalam batin kita, hati yang keras di buang oleh Tuhan, dan diberi hati yang taat (hati yang suka menuruti Firman Tuhan dan menjauhi Dosa), bahkan janji firman Tuhan Roh Dia (Roh Kudus) diberikan-Nya agar kita hidup kekal. Manusia pada awalnya diciptakan bukan manusia Fana, tapi kekal, setelah jatuh kedalam dosa menjadi manusia Fana dan pasti mati.

Dengan adanya Roh Kudus di dalam batin kita, maka kita mampu hidup bebas dari dosa/ melawan dosa, tanpa itu kita akan tetap hidup dalam dosa, segala usaha kebajikan kita akan sia-sia.

Dengan baptisan Air (tanda pertobatan), dan baptisan Roh Kudus ( dimana kita memperoleh hidup yang kekal oleh Roh Allah di dalam batin kita, atau kita dilahirkan oleh Roh Allah sehingga kita bisa disebut anak-anak Allah, dan memanggil dia Bapa - Abba) baptisan Roh Kudus memungkinkan kita kembali berkomunikasi dengan Allah dengan "Bahasa Roh", yang bukan bahasa manusia.

Ada tiga baptisan yang kita orang Kristen harus peroleh dan jalani, yaitu Baptisan Air (tanda pertobatan), Baptisan Roh Kudus (kita memperoleh jaminan hidup kekal dan masuk Kerajaan Allah, dan dijadikan anak-anak Allah karena lahir dari Roh Nya), dan baptisan Api dimana kita diproses oleh Tuhan seperti masuk kedalam api pemurnian.

Memang menyakitkan tapi kita dilatih oleh Dia untuk melawan dosa dan hidup dalam kekudusan.

Contoh orang Israel, ketika keluar dari Mesir, ada anak Domba yang dikurbankan (disembelih) dan darahnya dioleskan pada ambang pintu rumah penduduk Israel di Mesir. Hal itu berarti penebusan kita dari Dosa oleh Darah Tuhan Yesus (anak Allah/ anak domba Allah) yang mati di kayu salib. Hal itu sudah dilambangkan oleh Abraham (Ibrahim) saat mengurbankan anaknya Ishak dengan mencoba menyembelihnya (menurut orang Arab yang dikurbankan Ismail), tetapi Tuhan menyediakan Domba yang tersangkut di belukar sebagai pengganti (bukan Ishak nenek moyang orang Israel, dan bukan juga Ismail nenek moyang orang Arab), tetapi Domba dari Allah yang melambangkan Yesus Kristus penebus dosa kita yang mati di atas kayu salib, dan bangkit dari antara orang mati dan naik ke Sorga (demikian juga kita yang percaya Yesus Kristus Tuhan dan Juruselamat, yang bertobat dan dibaptis Roh Kudus akan naik juga nantinya ke Sorga) .

Umat Israel keluar dari Mesir (melambangkan kita keluar dari perbudakan Dosa (Mesir), kehidupan berdosa), lalu Umat Israel masuk kedalam Laut Terberau (melambangkan baptisan air bagi kita sekarang), lalu umat Israel masuk kedalam padang gurun (melambangkan kita masuk dalam baptisan Api dimurnikan dari dosa).

Perak dan emas dimurnikan dengan dibakar. Hal yang menyakitkan saat kita diproses oleh Tuhan agar kita bisa hidup benar dan Kudus/ tidak berdosa. Baru orang Israel masuk tanah perjanjian (melambangkan kita nanti akan masuk ke Sorga).

Jadi jelas Yesus Kristus Tuhan adalah Anak Allah, anak singa adalah singa, anak rajawali adalah rajawali, Anak Allah adalah Yesus Kristus Tuhan. Yesus adalah Anak Allah yang hidup, mesias juruselamat manusia dari dosa. Amin. 

Yesus adalah Anak Allah, barang siapa percaya kepadaNya mendapat hidup yang kekal
Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Amin

Bandung 5 April 2019
Doulos Setia

Read More..

Senin, 07 Januari 2019

PELAYANAN NUBUATAN DAN KENABIAN "HEAVEN ONLINE" PASTOR PAUL SANYANGORE DARI HARARE ZIMBABWE AFRIKA


Tuhan mengingat, dan mengenal anak-anak Nya. Pelayanan Nubuatan dan Kenabian Pastor Paul Sanyangore, dari Harare, Zimbabwe, Afrika.

Tuhan mengingat doa-doa anak-anak Nya. Melayani di Indonesia, Pastor Paul Sanyangore bergerak dalam kuasa mujizat, nubuatan, dan kenabian. Penuh kuasa kenabian, Pastor Paul Sanyangore menyampaikan Firman Tuhan, disertai dengan Kuasa Roh Kudus.

Sesuai dengan thema persekutuan doa Ark of Christ, Tuhan katakan “Ingatkan Aku”, hamba-Nya bapak Ev. Daniel Krestianto saat menonton pelayanan Ps. Paul Sanyangore di Youtube, diperintahkan Tuhan mengundang Pastor Paul Sanyangore dari Harare, Zimbabwe Afrika untuk melayani di Indonesia, mulai dari Ark of Christ Bandung.

Pelayanan Pastor Paul Sanyangore, tergolong kontroversial, saat-saat dia menelepon TUHAN Allah Bapa, Abba Father Yahweh, yang kita kenal di dalam Tuhan Yesus Kristus, Yeshua Hamasiah. Percakapan, doa, nubuatan prophetic berlangsung saat komunikasi Pastor Paul dengan sorga secara dua arah, mendengar suara, pernyataan Tuhan melalui Roh Kudus, juga penglihatan masa lalu, sekarang, dan masa depan seseorang, disertai nubuatan, kuasa mujizat, kelepasan dan kesembuhan ilahi, kepenuhan Roh Kudus, holy laughter. Semua bagi kemuliaan Tuhan Yesus Kristus.

Dua tahun sebelum mulai bergerak melayani ke luar negeri, Pastor Paul Sanyangore mengalami masa masa padang gurun, hybernasi. 

Pelayanan yang dia bangun, hancur, dahulu dia ada gereja di stadion, dengan jemaat sekitar 3.000 orang. Namun saudara laki-laki nya mengatakan apa yang dia lakukan adalah fake, palsu, semua mujizat yang dia lakukan palsu, adik laki-laki nya mendatangi stasion radio, dan bersaksi semua yang dilakukan Pastor Paul Sanyangore adalah palsu. Akibatnya jemaatnya meninggalkan dia, gereja ditutup, dan berdiam diri (hybernasi) selama Tuhan mengajari tentang terang, dan hanya tersisa 5 orang yang masih setia mendampinginya, isterinya, dan 1 rekan saudara rohani dalam pelayanan, dan 2 anak. Semua harta, mobilnya bahkan habis terjual, tidak ada uang untuk menyekolahkan anaknya, tidak ada uang untuk memotong rambut sehingga rambut dan jenggotnya memanjang. Terpaksa harus tinggal di rumah orang tua, di satu kamar, dan jatuh dalam depresi. Koran koran memberitakan tentang dia 7 hari seminggu, juga radio. Berdiam diri dalam kamar, dan mulai memikirkan bunuh diri dengan minum obat tidur. Tapi akhirnya malaikat datang, dan berkata semua memang malaikat itu yg rekayasa, bukan salah saudara laki-lakinya, bukan juga iblis, karena iblis tidak akan bisa menang melawan gereja. Akhirnya enambelas jam sehari selama dua tahun dia berdoa dalam bahasa roh selama dua tahun, dalam masa-masa di padang gurun. Memang seorang nabi keluar dari padang gurun, dan bahkan tidak, kurang dihormati ditempatnya sendiri. Akhirnya Tuhan pulihkan pelayanan prophetic kenabiannya, dan mulai melayani ke manca negara, mulai di Indonesia, Bandung di Ark of Christ, juga Cirebon, Solo, Surabaya, Jogyakarta, Semarang dan Jakarta.

I Tesalonika 5:16
Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. Janganlah padamkan Roh, dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat.  Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan. Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.

Di bawah ini beberapa video pelayanan Pastor Sanyangore dengan karunia karunia kenabian, kuasa mujizat, dan nubuatan. Dengan karunia supranatural mujizat, Paul Sanyangore, mampu melihat isi Whatsapp, seseorang, SMS, pelat mobil seseorang, dan menubuatkan bahwa TUHAN mengingat doa anak-anak Nya.

Manusia sekarang biasa ber Whatsapp, wireless, nonton video Youtube, wireless, chat, videocall wireless, nonton TV wireless, dengan teknologi 3G, 4G, 5G dua arah, duplex. Namun Tuhan juga Tuhan yang luar biasa modern, komunikasinya lebih dari 5G, duplex, lebih cepat dari kecepatan cahaya, disertai mujizat. Tuhan tidak berubah, Tuhan yang dulu adalah juga Tuhan jaman NOW, Tuhan yang modern, kekinian, haleluya.

Berikut adalah beberapa video pelayanan-Nya di Indonesia. Tuhan akan membangkitkan pelayanan kenabian, disertai kuasa mujizat Kerajaan Allah, juga di Indonesia, Tuhan akan membangkitkan anak anaknya yang bergerak dalam pelayanan kuasa kenabian, prophetic, nubuatan, disertai mujizat, kesembuhan, illahi dalam pelayanan kerajaan Allah. Amin.

Video Ibadah Prophetic Ps. Paul Sanyangore, Heaven Online, 
God Remember You @ AoC Bandung, Day One



Video Ibadah Prophetic Ps. Paul Sanyangore, Heaven Online, 
God Remember You @ AoC Bandung, Day Two


Video Ibadah Prophetic Ps. Paul Sanyangore, Heaven Online, 
God Remember You @ PD Ecclesia Sion Cirebon

Video Ibadah Prophetic Ps. Paul Sanyangore, Heaven Online, 
God Remember You @ JKI HTE Semarang

Video Ibadah Prophetic Ps. Paul Sanyangore, Heaven Online, 
God Remember You @ Jakarta


Video Heaven Online Ibadah Prophetic Bersama  Ps. Paul Sanyangore, 

Tuhan Mengingat Engkau, AoC BethEl 



Read More..

Rabu, 19 Desember 2018

FERMANS SILIWONGI RAPU MENYERUKAN NAMA TUHAN YESUS KRISTUS MINTA TOLONG SELAMAT DARI LIQUIFAKSI DI JONO OGE GEMPA PALU

Kesaksian Fermans Siliwongi Rapu Selamat dari Maut Saat Gempa dan Liquifaksi di Jono Oge Palu, ceritera dibalik video durasi pendek 2 menit 4 detik.


Video Fermans Saat Terjadinya Gempa Palu, Liquifaksi di Jono Oge

Jumat, 28 September 2018, sekitar jam setengah 6 sore, adalah hari yg tenang, hari yang sangat-sangat tenang, bahkan bunyi serangga pun tak terdengar..

Saat itu saya lagi di halaman rumah, coba foto sana sini dengan filter camera Oppo A57 hp saya. Tiba-tiba bumi bergetar, berguncang, terdengar derak-derak atap rumah saya dilanda gempa yang belakangan baru saya ketahui magnitudo nya 7,4 SR.

Menurut artikel2 yang saya baca dgn kekuatan gempa yg seperti itu diperkirakan tidak ada bangunan yang mampu bertahan. Tapi Puji Tuhan rumah saya masih kokoh berdiri. Pada saat gempa itu terjadi saya tiarap di halaman depan rumah saya karena mau duduk pun saya jatuh, setelah gempa berlalu saya berdiri melihat-lihat sekitar, memperhatikan keadaan rumah saya, tanpa saya sadari ketika menengok ke belakang, kurang lebih sekitar 200 meter terlihat gelombang mendekat, awalnya sy tdk tahu apa itu, tapi kemudian saya sadari itu lumpur yang bergelombang. Saya sejenak terpaku tidak tahu harus berbuat apa, tapi tiba2 timbul pikiran saya harus cari perlindungan, saya coba berlindung di sebelah dinding samping rumah, tapi tidak lama berselang lumpur langsung menerjang rumah dan semuanya terbongkar, saya lari ke belakang, tiba-tiba atap rumah saya jatuh karena dindingnya sudah hancur, dengan cepat saya memanjat, naik ke atas atap rumah saya yang terus terbawa hanyut oleh lumpur yang bergelombang itu.

Sementara di atas atap saya ingat saya masih memegang hp saya. Terus nyalakan perekam video mencoba merekam keadaan waktu itu, sambil merekam saya berseru memanggil Tuhan saya, "Tuhan Yesus tolong, tolong hambamu Tuhan" begitu seruan saya di dalam video yang sempat terekam itu. Saat itu pikiran saya dunia ini sudah kiamat, karena sekeliling saya kelihatan bergerak semua, lumpur yang bergelombang menghanyutkan rumah, mobil-mobil, pohon-pohon yang tumbang di terjang lumpur, semuanya kelihatan tidak berdaya menghadapi terjangannya, luar biasa keadaan waktu itu. Setelah terhanyut cukup lama, diakhir video itu terekam semburan air yg bergelombang dari dalam tanah, saya berpikir kalau saya tidak melompat ke pohon atau menjauh dari tempat itu, pasti akan langsung tenggelam bersama atap rumah yg saya naiki itu.

Kemudian sy melompat berpindah dari atap rumah itu ke cabang pohon yang menyerempet atap, kelihatan di video itu. Terus saya berpindah pada pokok kelapa yang sudah tumbang melintang, saya mencari jalan keluar, terus saya melompat ke lumpur yang sudah agak tenang, yang tidak lagi bergelombang tapi masih bergerak perlahan, saya terus berenang, merangkak, berpegangan pada tanaman padi yang masih melekat pada tanah yang agak keras, menyeret badan, berenang lagi, sambil membawa hp yang sudah beberapa kali terbenam di lumpur, sampai saya mendapatkan kumpulan pohon kelapa, ada yg tumbang ada yg masih berdiri dengan posisi miring, rupanya saya sudah sampai ke tepian, sampai di tanah yg keras, kurang membutuhkan waktu lebih dari satu jam saya perkirakan dari saat melompat dari atap itu. Puji Tuhan hanya itu yang bisa saya ucapkan dalam hati pada saat itu.


Dari tempat itu saya berjalan sekitar 2 jam untuk sampai di rumah teman di palu, di jalan Banteng dengan keadaan dari ujung rambut sampai kaki penuh lumpur semua.

Puji Tuhan, sekali lagi hanya karena kemurahan hati Tuhan, saya masih bisa bersaksi sampai saat ini, bukan karena kekuatan saya, bukan karena keberanian saya, tapi hanya oleh campur tangan Tuhan dalam hidup saya semua bisa terjadi, karena bagi Tuhan sungguh tidak ada yg mustahil.

Terpujilah namaTuhan, sekarang dan selama-lamanya. Amin.




Read More..

Minggu, 16 Desember 2018

ARTIS OVI SOVIANTY EX DUO SERIGALA MENGIKUT TUHAN YESUS KRISTUS SETELAH DILAWAT TUHAN

Ovi Sovianty mantan personel Duo Serigala secara terang-terangan mengakui jika dirinya pindah agama menjadi seorang penganut Kristen. Agama yang dipeluk sang suami, Frangky Ilham Roring.
"Aku memang sudah pindah ke Kristen," ucap Ovi Sovianty usai usai mengisi acara Rumpi No Secret di Trans TV, di kawasan Jalan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Desember 2018.
Ovi Sovianty Bersama Suami Merayakan Natal Pertamanya
Padahal, Ovi dan suami menjalani pernikahan secara Islam pada 7 Oktober 2018 di Perumahan Grand Mekarsari, Cileungsi, Jawa Barat. Sebulan sebelum menikahi Ovi, Frangky memutuskan menjadi mualaf.
Ovi Sovianty mengaku pindah agama setelah mendapat mimpi. Ia pun ragu, alasan tersebut dapat diterima masyarakat.
"Kalau aku jelaskan mungkin kalau nalar orang nggak masuk akal sih kalau buat aku. Ya seperti itu (dari mimpi)," ungkap Ovi Sovianty.
Saat ditanya prosesnya, Ovi Sovianty mengatakan dirinya mantap masuk Kristen setelah didatangi Tuhan.
"Tuhan sendiri yang mendatangi aku. Jadi walaupun aku jelaskan itu yang kayak nggak masuk akal. Jadi biar aku yang ngerasain aja. Jadi itu sangat indah luar biasa dan sangat suka cita aku jalaninnya," pungkas Ovi Sovianty. 
Video Kesaksian Ovi Sovianti

Video Kesaksian Ovi Sovianti dilawat Tuhan Yesus Kristus
Read More..

Jumat, 12 Oktober 2018

KESAKSIAN CACHA (MELISSA) SITOHANG, ISTERI CHOKY SITOHANG HIJRAH MENGIKUT TUHAN YESUS KRISTUS

Halo semua, nama saya Melissa, biasa dipanggil Caca. Saya sangat berbahagia ada di tempat ini, suatu kehormatan untuk saya bisa melayani Tuhan. Saya akan membagikan bagaimana saya mengikut Tuhan untuk pertama kali. Bacground keluarga saya, saya lahir dari keluarga Muslim, anak bungsu dari lima bersaudara, dan sampai saat ini semua keluarga saya masih tetap Muslim. 

Melissa (Cacha) Sitohang, sekeluarga dengan Suami Choky Sitohang
Di sini saya mau cerita bagaimana Tuhan memperkenalkan diri-Nya kepada saya. Waktu itu  tahun 2001 awal, saya bekerja di salah satu perusahaan penerbangan nasional di Indonesia, dan saya ditempatkan di Bali, di sana saya kontrak untuk bekerja selama lima tahun, sebagai pramugari. Saya ditempatkan bersama-sama teman teman seangkatan saya waktu itu di sebuah apartemen bareng. Saya percaya bukan kebetulan, saya memilih untuk tinggal bersama teman teman saya yang Kristen. Kami punya suatu ruangan di apartemen, ruang tamu, tapi karena kami jarang menerima tamu, kami ganti jadi ruang buku, ruang baca, ruang music, kami taruh CD, kaset, untuk kami sama-sama baca, dan tukar-tukaran. 

Video Youtube Kesaksian Melissa ( Cacha ) Sitohang, Mengikut Yesus

Teman saya ini punya banyak koleksi buku buku rohani, Alkitab, dia pajang semua, ada lagu-lagu puji-pujian. Saya juga punya buku buku, suka tukar-tukaran buku, tetapi buku buku sekuler. Suatu hari saya sedang tidak terbang, tidak bekerja, saya diam di rumah, dan teman saya itu lagi tidak berada di rumah. Waktu itu saya sendiri, karena belum terbiasa jauh dari keluarga, sendirian saya merasa sangat kesepian.  Saya kemudian mencoba melihat buku buku teman saya itu, saya lihat kok ini buku rohani semua, lalu ok, saya mau dengerin musik saja, tetapi saya lihat semuanya rohani, akhirnya saya memilih mengambil suatu CD instrument, karena saya suka musik. Di situ saya memilih CD instrument piano dari Joseph S. Djafar, dia musisi rohani, saya waktu itu tidak tahu dia sama sekali, tahu lagu lagu apa, saya digerakan Tuhan mengambil lagunya saya dengarkan di mobil dan di kamar. Saat itu saya mulai suka, saya merasa, entah mengaapa, ini musik bikin damai sejahtera, seperti yang saya belum pernah rasakan sebelumnya. Waktu itu saya belum mengerti arti damai sejahtera, suka-cita, tapi saya merasa beda. Sampai saya akhirnya mulai digerakan untuk mengambil dan membaca Alkitab yang ada di lemarinya dia, karena ingin tahu, bagaimana sih ceritera di dalam Alkitab, tentang Adam dan Hawa, serta nabi-nabi yang lain, yang saya tahu dari kecil. Jadi saya mulai membuka Alkitab, membaca dari kitab Kejadian. Saya melihat tentang awal mula dunia dijadikan oleh Allah, dan saya kaget, wah ternyata ceriteranya seperti ini, yang saya tidak pernah tahu sebelumnya. Karena saya suka membaca, saya melihatnya ada ceritera baru seperti novel, saya pikir wah seru nih, nextnya apa lagi?. Sampai akhirnya saya bilang sama teman saya itu, namanya Maureen, saya katakan “Maureen, saya bawa ya Alkitab kamu”, dan dia kaget banget, “hah!” dia bilang “ya udah, saya punya yang lain kok”, dan saya mulai baca di kamar, yang semula saya senang main, dan makan rame-rame bersama geng saya, waktu itu saya mulai menolak, saya di kamar aja, karena saya ingin baca lagi, baca lagi, seru banget begitu, walaupun ada bagian-bagian di dalam Alkitab Perjanjian Lama itu yang saya kurang mengerti, tapi bikin saya penasaran terus.              

Read More..

Sabtu, 21 Juli 2018

BIOGRAFI MARTIR PENGINJIL JIM ELLIOT Di EQUADOR

Jim Elliot di Equador
MASA MUDA
Jim Elliot memulai hidupnya di Portland, Oregon, AS. Ibunya, Clara, adalah seorang Chiropractor dan ayahnya, Fred, adalah seorang hamba Tuhan. Mereka menikah dan menetap di Seattle, WA di mana mereka menyambut putra pertama mereka, Robert pada tahun 1921.

Kemudian mereka memindahkan keluarga ke Portland di mana Herbert tiba pada tahun 1924, Jim pada tahun 1927, dan Jane pada tahun 1932.

Jim mengenal Kristus sejak usia dini dan tidak pernah takut untuk berbicara tentang Dia kepada teman-temannya. Pada usia enam tahun, Jim memberi tahu ibunya, “Sekarang, mama, Tuhan Yesus dapat datang kapan saja Dia mau. Dia bisa membawa seluruh keluarga kami karena saya sudah diselamatkan sekarang, dan Jane masih terlalu muda untuk mengenal Dia. ”

TAHUN-TAHUN YANG MENYUSUI KEINGINANNYA UNTUK MELAYANI TUHAN DALAM MISI
Jim memasuki Benson Polytechnic High School pada tahun 1941. Dia membawa sebuah Alkitab kecil bersamanya dan, seorang pembicara yang luar biasa; dia sering ditemukan berbicara untuk Kristus. Dia dan teman-temannya tidak takut untuk melangkah keluar dan mencari petualangan. Satu hal yang Jim tidak punya waktu untuk di tahun-tahun awal itu adalah anak perempuan. Dia pernah dikutip mengatakan kepada seorang teman, " laki-laki rumahan tidak banyak berpetualang."

Pada 1945 Jim pergi ke Wheaton, IL untuk menghadiri Wheaton College. Tujuan utamanya adalah untuk mengabdikan dirinya kepada Tuhan. Dia mengakui pentingnya disiplin dalam mengejar tujuan ini. Dia akan memulai setiap pagi dengan doa dan pelajaran Alkitab. Dalam jurnalnya ia menulis, “Tidak ada yang bisa menjadi 'barang lama' karena itu adalah Kristus yang dicetak, Firman yang Hidup. Kita tidak akan berpikir untuk bangkit di pagi hari tanpa mencuci muka, tetapi kita sering mengabaikan pembersihan purgatif dari Firman Tuhan. Itu membangunkan kita untuk tanggung jawab kita. ”

Keinginan Jim untuk melayani Tuhan dengan mengambil Injil-Nya kepada orang-orang yang belum terjangkau di dunia mulai tumbuh saat di Wheaton. Musim panas 1947 menemukannya di Meksiko dan waktu itu memengaruhi keputusannya untuk melayani di Amerika Tengah setelah ia menyelesaikan kuliah.

Jim bertemu Elisabeth Howard selama tahun ketiganya di Wheaton. Dia memintanya untuk kencan yang dia terima dan kemudian dibatalkan. Mereka menghabiskan tahun-tahun berikutnya sebagai teman dan setelah dia selesai di Wheaton, mereka terus berkorespondensi. Ketika mereka saling mengenal satu sama lain, ada ketertarikan, tetapi Jim merasa perlu untuk tidak terbebani oleh kekhawatiran duniawi untuk mengabdikan dirinya sepenuhnya kepada Tuhan.

Selain harapannya untuk suatu hari bepergian ke negara asing untuk berbagi Kristus dengan orang-orang yang tidak bergereja di dunia, dia juga merasakan kebutuhan untuk berbagi dengan orang-orang di Amerika Serikat. Pada hari Minggu sementara di Wheaton dia sering naik kereta ke Chicago dan berbicara dengan orang-orang di stasiun kereta api tentang Kristus. Dia sering merasa tidak efektif dalam pekerjaannya karena saat-saat memimpin orang-orang yang berpengetahuan kepada Kristus sangat sedikit. Dia pernah menulis, “Belum ada buah. Mengapa saya begitu tidak produktif? Saya tidak dapat mengingat memimpin lebih dari satu atau dua ke dalam kerajaan. Tentunya ini bukan manifestasi dari kekuatan Kebangkitan. Saya merasa seperti Rachel, ‘Beri saya anak-anak, kalau tidak saya mati.’ ”

After college with no clear answer as to working for the Lord in a foreign country, Jim returned home to Portland. He continued his disciplined Bible study as well as correspondence with Elisabeth Howard whom he called Betty.



They both felt a strong attraction to each other during this time, but also felt that the Lord may have been calling them to be unmarried as they served Him.

In June of 1950 he travelled to Oklahoma to attend the Summer Institute of Linguistics. There he learned how to study unwritten languages. He was able to work with a missionary to the Quichuas of the Ecuadorian jungle. Because of these lessons he began to pray for guidance about going to Ecuador and later felt compelled to answer the call there.

Elisabeth Elliot wrote in Shadow of the Almighty: 

 “The breadth of Jim’s vision is suggested in this entry from the journal:

August 9. “God just now gave me faith to ask for another young man to go, perhaps not this fall, but soon, to join the ranks in the lowlands of eastern Ecuador. There we must learn: 1) Spanish and Quichua, 2) each other, 3) the jungle and independence, and 4) God and God’s way of approach to the highland Quichua. From thence, by His great hand, we must move to the Ecuadorian highlands with several young Indians each, and begin work among the 800,000 highlanders. If God tarries, the natives must be taught to spread southward with the message of the reigning Christ, establishing New Testament groups as they go. Thence the Word must go south into Peru and Bolivia. The Quichuas must be reached for God! Enough for policy. Now for prayer and practice.” “


Cuplikan Penginjil Jim Elliot di Equador 
yang Jadi Martyr Mati di Ujung Tombak


TAHUN-TAHUN DI EQUADOR

Pada Februari 1952 Jim akhirnya meninggalkan Amerika untuk melakukan perjalanan ke Ekuador bersama Pete Fleming. Pada bulan Mei Elisabeth pindah ke Quito dan meskipun mereka tidak merasa perlu bertunangan, dia dan Jim memulai pacaran.

Pada bulan Agustus Jim meninggalkan Elisabeth di Quito dan melakukan perjalanan bersama Pete ke Shell Mera. Di markas besar Mission Aviation Fellowship di Shell Mera, Jim dan Pete belajar lebih banyak tentang Indian Acua, kelompok orang yang sebagian besar belum terjangkau dan sangat buas.

Meninggalkan Shell Mera, Pete dan Jim pindah ke Shandia di mana Jim terpikat oleh Quichua. Dia merasa sangat kuat bahwa ini persis di mana Tuhan ingin dia bekerja untuk menyebarkan Injil.

Ketika Jim berada di Shandia, Elisabeth sedang bekerja untuk belajar lebih banyak tentang Indian Colorado di dekat Santa Domingo. Pada bulan Januari 1953 dia pergi ke Quito dan dia bertemu dengannya di sana dan mereka akhirnya bertunangan. Mereka menikah pada bulan Oktober tahun itu dan satu-satunya anak mereka Valerie lahir pada tahun 1955.

Mereka menetap di Shandia dan melanjutkan pekerjaan mereka dengan suku Indian Quichua. Itu adalah keinginan Jim untuk dapat mencapai suku Waodoni yang tinggal jauh di dalam hutan dan memiliki sedikit kontak dengan dunia luar. Seorang wanita Waodoni yang telah meninggalkan suku itu diambil oleh para misionaris dan membantu mereka untuk belajar bahasa.

Jim, bersama dengan Pete, Ed McCully, Roger Youderian, dan pilot mereka Nate Saint mulai mencari pesawat dengan harapan menemukan cara untuk menghubungi Waodoni. Mereka menemukan gundukan pasir di tengah Sungai Curaray yang berfungsi sebagai landasan pendaratan untuk pesawat dan di sanalah mereka pertama kali melakukan kontak dengan Waodoni. Mereka gembira akhirnya dapat mencoba berbagi kasih Kristus dengan kelompok orang ini.

Setelah pertemuan pertama mereka, salah satu suku, seorang pria yang mereka panggil George berbohong kepada suku tentang niat laki-laki. Kebohongan ini membuat para prajurit Waodoni merencanakan serangan ketika para misionaris kembali. Orang-orang itu kembali pada tanggal 8 Januari 1956 dan dikejutkan oleh sepuluh anggota suku yang membantai para misionaris.

Kehidupan singkat Jim yang dipenuhi dengan keinginan untuk berbagi kasih Tuhan dapat disimpulkan oleh kutipan yang diberikan kepadanya. "Dia bukan orang bodoh yang memberikan apa yang tidak bisa dia pertahankan, untuk mendapatkan apa yang dia tidak bisa kehilangan."

Read More..

TUNDUKAN PIKIRAN MANUSIA ( Khotbah Ev. Drg. Yusak Tjipto )

Khotbah Tundukan Pikiran Manusia ( Bagian 1 )

Khotbah Tundukan Pikiran Manusia ( Bagian 2 )


Read More..

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...