Christian Books

Senin, 07 Januari 2019

PELAYANAN NUBUATAN DAN KENABIAN "HEAVEN ONLINE" PASTOR PAUL SANYANGORE DARI HARARE ZIMBABWE AFRIKA


Tuhan mengingat, dan mengenal anak-anak Nya. Pelayanan Nubuatan dan Kenabian Pastor Paul Sanyangore, dari Harare, Zimbabwe, Afrika.

Tuhan mengingat doa-doa anak-anak Nya. Melayani di Indonesia, Pastor Paul Sanyangore bergerak dalam kuasa mujizat, nubuatan, dan kenabian. Penuh kuasa kenabian, Pastor Paul Sanyangore menyampaikan Firman Tuhan, disertai dengan Kuasa Roh Kudus.

Sesuai dengan thema persekutuan doa Ark of Christ, Tuhan katakan “Ingatkan Aku”, hamba-Nya bapak Ev. Daniel Krestianto saat menonton pelayanan Ps. Paul Sanyangore di Youtube, diperintahkan Tuhan mengundang Pastor Paul Sanyangore dari Harare, Zimbabwe Afrika untuk melayani di Indonesia, mulai dari Ark of Christ Bandung.

Pelayanan Pastor Paul Sanyangore, tergolong kontroversial, saat-saat dia menelepon TUHAN Allah Bapa, Abba Father Yahweh, yang kita kenal di dalam Tuhan Yesus Kristus, Yeshua Hamasiah. Percakapan, doa, nubuatan prophetic berlangsung saat komunikasi Pastor Paul dengan sorga secara dua arah, mendengar suara, pernyataan Tuhan melalui Roh Kudus, juga penglihatan masa lalu, sekarang, dan masa depan seseorang, disertai nubuatan, kuasa mujizat, kelepasan dan kesembuhan ilahi, kepenuhan Roh Kudus, holy laughter. Semua bagi kemuliaan Tuhan Yesus Kristus.

Dua tahun sebelum mulai bergerak melayani ke luar negeri, Pastor Paul Sanyangore mengalami masa masa padang gurun, hybernasi. 

Pelayanan yang dia bangun, hancur, dahulu dia ada gereja di stadion, dengan jemaat sekitar 3.000 orang. Namun saudara laki-laki nya mengatakan apa yang dia lakukan adalah fake, palsu, semua mujizat yang dia lakukan palsu, adik laki-laki nya mendatangi stasion radio, dan bersaksi semua yang dilakukan Pastor Paul Sanyangore adalah palsu. Akibatnya jemaatnya meninggalkan dia, gereja ditutup, dan berdiam diri (hybernasi) selama Tuhan mengajari tentang terang, dan hanya tersisa 5 orang yang masih setia mendampinginya, isterinya, dan 1 rekan saudara rohani dalam pelayanan, dan 2 anak. Semua harta, mobilnya bahkan habis terjual, tidak ada uang untuk menyekolahkan anaknya, tidak ada uang untuk memotong rambut sehingga rambut dan jenggotnya memanjang. Terpaksa harus tinggal di rumah orang tua, di satu kamar, dan jatuh dalam depresi. Koran koran memberitakan tentang dia 7 hari seminggu, juga radio. Berdiam diri dalam kamar, dan mulai memikirkan bunuh diri dengan minum obat tidur. Tapi akhirnya malaikat datang, dan berkata semua memang malaikat itu yg rekayasa, bukan salah saudara laki-lakinya, bukan juga iblis, karena iblis tidak akan bisa menang melawan gereja. Akhirnya enambelas jam sehari selama dua tahun dia berdoa dalam bahasa roh selama dua tahun, dalam masa-masa di padang gurun. Memang seorang nabi keluar dari padang gurun, dan bahkan tidak, kurang dihormati ditempatnya sendiri. Akhirnya Tuhan pulihkan pelayanan prophetic kenabiannya, dan mulai melayani ke manca negara, mulai di Indonesia, Bandung di Ark of Christ, juga Cirebon, Solo, Surabaya, Jogyakarta, Semarang dan Jakarta.

I Tesalonika 5:16
Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. Janganlah padamkan Roh, dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat.  Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan. Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.

Di bawah ini beberapa video pelayanan Pastor Sanyangore dengan karunia karunia kenabian, kuasa mujizat, dan nubuatan. Dengan karunia supranatural mujizat, Paul Sanyangore, mampu melihat isi Whatsapp, seseorang, SMS, pelat mobil seseorang, dan menubuatkan bahwa TUHAN mengingat doa anak-anak Nya.

Manusia sekarang biasa ber Whatsapp, wireless, nonton video Youtube, wireless, chat, videocall wireless, nonton TV wireless, dengan teknologi 3G, 4G, 5G dua arah, duplex. Namun Tuhan juga Tuhan yang luar biasa modern, komunikasinya lebih dari 5G, duplex, lebih cepat dari kecepatan cahaya, disertai mujizat. Tuhan tidak berubah, Tuhan yang dulu adalah juga Tuhan jaman NOW, Tuhan yang modern, kekinian, haleluya.

Berikut adalah beberapa video pelayanan-Nya di Indonesia. Tuhan akan membangkitkan pelayanan kenabian, disertai kuasa mujizat Kerajaan Allah, juga di Indonesia, Tuhan akan membangkitkan anak anaknya yang bergerak dalam pelayanan kuasa kenabian, prophetic, nubuatan, disertai mujizat, kesembuhan, illahi dalam pelayanan kerajaan Allah. Amin.

Video Ibadah Prophetic Ps. Paul Sanyangore, Heaven Online, 
God Remember You @ AoC Bandung, Day One



Video Ibadah Prophetic Ps. Paul Sanyangore, Heaven Online, 
God Remember You @ AoC Bandung, Day Two


Video Ibadah Prophetic Ps. Paul Sanyangore, Heaven Online, 
God Remember You @ PD Ecclesia Sion Cirebon

Video Ibadah Prophetic Ps. Paul Sanyangore, Heaven Online, 
God Remember You @ JKI HTE Semarang

Video Ibadah Prophetic Ps. Paul Sanyangore, Heaven Online, 
God Remember You @ Jakarta


Video Heaven Online Ibadah Prophetic Bersama  Ps. Paul Sanyangore, 

Tuhan Mengingat Engkau, AoC BethEl 



Read More..

Rabu, 19 Desember 2018

FERMANS SILIWONGI RAPU MENYERUKAN NAMA TUHAN YESUS KRISTUS MINTA TOLONG SELAMAT DARI LIQUIFAKSI DI JONO OGE GEMPA PALU

Kesaksian Fermans Siliwongi Rapu Selamat dari Maut Saat Gempa dan Liquifaksi di Jono Oge Palu, ceritera dibalik video durasi pendek 2 menit 4 detik.


Video Fermans Saat Terjadinya Gempa Palu, Liquifaksi di Jono Oge

Jumat, 28 September 2018, sekitar jam setengah 6 sore, adalah hari yg tenang, hari yang sangat-sangat tenang, bahkan bunyi serangga pun tak terdengar..

Saat itu saya lagi di halaman rumah, coba foto sana sini dengan filter camera Oppo A57 hp saya. Tiba-tiba bumi bergetar, berguncang, terdengar derak-derak atap rumah saya dilanda gempa yang belakangan baru saya ketahui magnitudo nya 7,4 SR.

Menurut artikel2 yang saya baca dgn kekuatan gempa yg seperti itu diperkirakan tidak ada bangunan yang mampu bertahan. Tapi Puji Tuhan rumah saya masih kokoh berdiri. Pada saat gempa itu terjadi saya tiarap di halaman depan rumah saya karena mau duduk pun saya jatuh, setelah gempa berlalu saya berdiri melihat-lihat sekitar, memperhatikan keadaan rumah saya, tanpa saya sadari ketika menengok ke belakang, kurang lebih sekitar 200 meter terlihat gelombang mendekat, awalnya sy tdk tahu apa itu, tapi kemudian saya sadari itu lumpur yang bergelombang. Saya sejenak terpaku tidak tahu harus berbuat apa, tapi tiba2 timbul pikiran saya harus cari perlindungan, saya coba berlindung di sebelah dinding samping rumah, tapi tidak lama berselang lumpur langsung menerjang rumah dan semuanya terbongkar, saya lari ke belakang, tiba-tiba atap rumah saya jatuh karena dindingnya sudah hancur, dengan cepat saya memanjat, naik ke atas atap rumah saya yang terus terbawa hanyut oleh lumpur yang bergelombang itu.

Sementara di atas atap saya ingat saya masih memegang hp saya. Terus nyalakan perekam video mencoba merekam keadaan waktu itu, sambil merekam saya berseru memanggil Tuhan saya, "Tuhan Yesus tolong, tolong hambamu Tuhan" begitu seruan saya di dalam video yang sempat terekam itu. Saat itu pikiran saya dunia ini sudah kiamat, karena sekeliling saya kelihatan bergerak semua, lumpur yang bergelombang menghanyutkan rumah, mobil-mobil, pohon-pohon yang tumbang di terjang lumpur, semuanya kelihatan tidak berdaya menghadapi terjangannya, luar biasa keadaan waktu itu. Setelah terhanyut cukup lama, diakhir video itu terekam semburan air yg bergelombang dari dalam tanah, saya berpikir kalau saya tidak melompat ke pohon atau menjauh dari tempat itu, pasti akan langsung tenggelam bersama atap rumah yg saya naiki itu.

Kemudian sy melompat berpindah dari atap rumah itu ke cabang pohon yang menyerempet atap, kelihatan di video itu. Terus saya berpindah pada pokok kelapa yang sudah tumbang melintang, saya mencari jalan keluar, terus saya melompat ke lumpur yang sudah agak tenang, yang tidak lagi bergelombang tapi masih bergerak perlahan, saya terus berenang, merangkak, berpegangan pada tanaman padi yang masih melekat pada tanah yang agak keras, menyeret badan, berenang lagi, sambil membawa hp yang sudah beberapa kali terbenam di lumpur, sampai saya mendapatkan kumpulan pohon kelapa, ada yg tumbang ada yg masih berdiri dengan posisi miring, rupanya saya sudah sampai ke tepian, sampai di tanah yg keras, kurang membutuhkan waktu lebih dari satu jam saya perkirakan dari saat melompat dari atap itu. Puji Tuhan hanya itu yang bisa saya ucapkan dalam hati pada saat itu.


Dari tempat itu saya berjalan sekitar 2 jam untuk sampai di rumah teman di palu, di jalan Banteng dengan keadaan dari ujung rambut sampai kaki penuh lumpur semua.

Puji Tuhan, sekali lagi hanya karena kemurahan hati Tuhan, saya masih bisa bersaksi sampai saat ini, bukan karena kekuatan saya, bukan karena keberanian saya, tapi hanya oleh campur tangan Tuhan dalam hidup saya semua bisa terjadi, karena bagi Tuhan sungguh tidak ada yg mustahil.

Terpujilah namaTuhan, sekarang dan selama-lamanya. Amin.




Read More..

Minggu, 16 Desember 2018

ARTIS OVI SOVIANTY EX DUO SERIGALA MENGIKUT TUHAN YESUS KRISTUS SETELAH DILAWAT TUHAN

Ovi Sovianty mantan personel Duo Serigala secara terang-terangan mengakui jika dirinya pindah agama menjadi seorang penganut Kristen. Agama yang dipeluk sang suami, Frangky Ilham Roring.
"Aku memang sudah pindah ke Kristen," ucap Ovi Sovianty usai usai mengisi acara Rumpi No Secret di Trans TV, di kawasan Jalan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Desember 2018.
Ovi Sovianty Bersama Suami Merayakan Natal Pertamanya
Padahal, Ovi dan suami menjalani pernikahan secara Islam pada 7 Oktober 2018 di Perumahan Grand Mekarsari, Cileungsi, Jawa Barat. Sebulan sebelum menikahi Ovi, Frangky memutuskan menjadi mualaf.
Ovi Sovianty mengaku pindah agama setelah mendapat mimpi. Ia pun ragu, alasan tersebut dapat diterima masyarakat.
"Kalau aku jelaskan mungkin kalau nalar orang nggak masuk akal sih kalau buat aku. Ya seperti itu (dari mimpi)," ungkap Ovi Sovianty.
Saat ditanya prosesnya, Ovi Sovianty mengatakan dirinya mantap masuk Kristen setelah didatangi Tuhan.
"Tuhan sendiri yang mendatangi aku. Jadi walaupun aku jelaskan itu yang kayak nggak masuk akal. Jadi biar aku yang ngerasain aja. Jadi itu sangat indah luar biasa dan sangat suka cita aku jalaninnya," pungkas Ovi Sovianty. 
Video Kesaksian Ovi Sovianti

Video Kesaksian Ovi Sovianti dilawat Tuhan Yesus Kristus
Read More..

Jumat, 12 Oktober 2018

KESAKSIAN CACHA (MELISSA) SITOHANG, ISTERI CHOKY SITOHANG HIJRAH MENGIKUT TUHAN YESUS KRISTUS

Halo semua, nama saya Melissa, biasa dipanggil Caca. Saya sangat berbahagia ada di tempat ini, suatu kehormatan untuk saya bisa melayani Tuhan. Saya akan membagikan bagaimana saya mengikut Tuhan untuk pertama kali. Bacground keluarga saya, saya lahir dari keluarga Muslim, anak bungsu dari lima bersaudara, dan sampai saat ini semua keluarga saya masih tetap Muslim. 

Melissa (Cacha) Sitohang, sekeluarga dengan Suami Choky Sitohang
Di sini saya mau cerita bagaimana Tuhan memperkenalkan diri-Nya kepada saya. Waktu itu  tahun 2001 awal, saya bekerja di salah satu perusahaan penerbangan nasional di Indonesia, dan saya ditempatkan di Bali, di sana saya kontrak untuk bekerja selama lima tahun, sebagai pramugari. Saya ditempatkan bersama-sama teman teman seangkatan saya waktu itu di sebuah apartemen bareng. Saya percaya bukan kebetulan, saya memilih untuk tinggal bersama teman teman saya yang Kristen. Kami punya suatu ruangan di apartemen, ruang tamu, tapi karena kami jarang menerima tamu, kami ganti jadi ruang buku, ruang baca, ruang music, kami taruh CD, kaset, untuk kami sama-sama baca, dan tukar-tukaran. 

Video Youtube Kesaksian Melissa ( Cacha ) Sitohang, Mengikut Yesus

Teman saya ini punya banyak koleksi buku buku rohani, Alkitab, dia pajang semua, ada lagu-lagu puji-pujian. Saya juga punya buku buku, suka tukar-tukaran buku, tetapi buku buku sekuler. Suatu hari saya sedang tidak terbang, tidak bekerja, saya diam di rumah, dan teman saya itu lagi tidak berada di rumah. Waktu itu saya sendiri, karena belum terbiasa jauh dari keluarga, sendirian saya merasa sangat kesepian.  Saya kemudian mencoba melihat buku buku teman saya itu, saya lihat kok ini buku rohani semua, lalu ok, saya mau dengerin musik saja, tetapi saya lihat semuanya rohani, akhirnya saya memilih mengambil suatu CD instrument, karena saya suka musik. Di situ saya memilih CD instrument piano dari Joseph S. Djafar, dia musisi rohani, saya waktu itu tidak tahu dia sama sekali, tahu lagu lagu apa, saya digerakan Tuhan mengambil lagunya saya dengarkan di mobil dan di kamar. Saat itu saya mulai suka, saya merasa, entah mengaapa, ini musik bikin damai sejahtera, seperti yang saya belum pernah rasakan sebelumnya. Waktu itu saya belum mengerti arti damai sejahtera, suka-cita, tapi saya merasa beda. Sampai saya akhirnya mulai digerakan untuk mengambil dan membaca Alkitab yang ada di lemarinya dia, karena ingin tahu, bagaimana sih ceritera di dalam Alkitab, tentang Adam dan Hawa, serta nabi-nabi yang lain, yang saya tahu dari kecil. Jadi saya mulai membuka Alkitab, membaca dari kitab Kejadian. Saya melihat tentang awal mula dunia dijadikan oleh Allah, dan saya kaget, wah ternyata ceriteranya seperti ini, yang saya tidak pernah tahu sebelumnya. Karena saya suka membaca, saya melihatnya ada ceritera baru seperti novel, saya pikir wah seru nih, nextnya apa lagi?. Sampai akhirnya saya bilang sama teman saya itu, namanya Maureen, saya katakan “Maureen, saya bawa ya Alkitab kamu”, dan dia kaget banget, “hah!” dia bilang “ya udah, saya punya yang lain kok”, dan saya mulai baca di kamar, yang semula saya senang main, dan makan rame-rame bersama geng saya, waktu itu saya mulai menolak, saya di kamar aja, karena saya ingin baca lagi, baca lagi, seru banget begitu, walaupun ada bagian-bagian di dalam Alkitab Perjanjian Lama itu yang saya kurang mengerti, tapi bikin saya penasaran terus.              

Read More..

Sabtu, 21 Juli 2018

BIOGRAFI MARTIR PENGINJIL JIM ELLIOT Di EQUADOR

Jim Elliot di Equador
MASA MUDA
Jim Elliot memulai hidupnya di Portland, Oregon, AS. Ibunya, Clara, adalah seorang Chiropractor dan ayahnya, Fred, adalah seorang hamba Tuhan. Mereka menikah dan menetap di Seattle, WA di mana mereka menyambut putra pertama mereka, Robert pada tahun 1921.

Kemudian mereka memindahkan keluarga ke Portland di mana Herbert tiba pada tahun 1924, Jim pada tahun 1927, dan Jane pada tahun 1932.

Jim mengenal Kristus sejak usia dini dan tidak pernah takut untuk berbicara tentang Dia kepada teman-temannya. Pada usia enam tahun, Jim memberi tahu ibunya, “Sekarang, mama, Tuhan Yesus dapat datang kapan saja Dia mau. Dia bisa membawa seluruh keluarga kami karena saya sudah diselamatkan sekarang, dan Jane masih terlalu muda untuk mengenal Dia. ”

TAHUN-TAHUN YANG MENYUSUI KEINGINANNYA UNTUK MELAYANI TUHAN DALAM MISI
Jim memasuki Benson Polytechnic High School pada tahun 1941. Dia membawa sebuah Alkitab kecil bersamanya dan, seorang pembicara yang luar biasa; dia sering ditemukan berbicara untuk Kristus. Dia dan teman-temannya tidak takut untuk melangkah keluar dan mencari petualangan. Satu hal yang Jim tidak punya waktu untuk di tahun-tahun awal itu adalah anak perempuan. Dia pernah dikutip mengatakan kepada seorang teman, " laki-laki rumahan tidak banyak berpetualang."

Pada 1945 Jim pergi ke Wheaton, IL untuk menghadiri Wheaton College. Tujuan utamanya adalah untuk mengabdikan dirinya kepada Tuhan. Dia mengakui pentingnya disiplin dalam mengejar tujuan ini. Dia akan memulai setiap pagi dengan doa dan pelajaran Alkitab. Dalam jurnalnya ia menulis, “Tidak ada yang bisa menjadi 'barang lama' karena itu adalah Kristus yang dicetak, Firman yang Hidup. Kita tidak akan berpikir untuk bangkit di pagi hari tanpa mencuci muka, tetapi kita sering mengabaikan pembersihan purgatif dari Firman Tuhan. Itu membangunkan kita untuk tanggung jawab kita. ”

Keinginan Jim untuk melayani Tuhan dengan mengambil Injil-Nya kepada orang-orang yang belum terjangkau di dunia mulai tumbuh saat di Wheaton. Musim panas 1947 menemukannya di Meksiko dan waktu itu memengaruhi keputusannya untuk melayani di Amerika Tengah setelah ia menyelesaikan kuliah.

Jim bertemu Elisabeth Howard selama tahun ketiganya di Wheaton. Dia memintanya untuk kencan yang dia terima dan kemudian dibatalkan. Mereka menghabiskan tahun-tahun berikutnya sebagai teman dan setelah dia selesai di Wheaton, mereka terus berkorespondensi. Ketika mereka saling mengenal satu sama lain, ada ketertarikan, tetapi Jim merasa perlu untuk tidak terbebani oleh kekhawatiran duniawi untuk mengabdikan dirinya sepenuhnya kepada Tuhan.

Selain harapannya untuk suatu hari bepergian ke negara asing untuk berbagi Kristus dengan orang-orang yang tidak bergereja di dunia, dia juga merasakan kebutuhan untuk berbagi dengan orang-orang di Amerika Serikat. Pada hari Minggu sementara di Wheaton dia sering naik kereta ke Chicago dan berbicara dengan orang-orang di stasiun kereta api tentang Kristus. Dia sering merasa tidak efektif dalam pekerjaannya karena saat-saat memimpin orang-orang yang berpengetahuan kepada Kristus sangat sedikit. Dia pernah menulis, “Belum ada buah. Mengapa saya begitu tidak produktif? Saya tidak dapat mengingat memimpin lebih dari satu atau dua ke dalam kerajaan. Tentunya ini bukan manifestasi dari kekuatan Kebangkitan. Saya merasa seperti Rachel, ‘Beri saya anak-anak, kalau tidak saya mati.’ ”

After college with no clear answer as to working for the Lord in a foreign country, Jim returned home to Portland. He continued his disciplined Bible study as well as correspondence with Elisabeth Howard whom he called Betty.



They both felt a strong attraction to each other during this time, but also felt that the Lord may have been calling them to be unmarried as they served Him.

In June of 1950 he travelled to Oklahoma to attend the Summer Institute of Linguistics. There he learned how to study unwritten languages. He was able to work with a missionary to the Quichuas of the Ecuadorian jungle. Because of these lessons he began to pray for guidance about going to Ecuador and later felt compelled to answer the call there.

Elisabeth Elliot wrote in Shadow of the Almighty: 

 “The breadth of Jim’s vision is suggested in this entry from the journal:

August 9. “God just now gave me faith to ask for another young man to go, perhaps not this fall, but soon, to join the ranks in the lowlands of eastern Ecuador. There we must learn: 1) Spanish and Quichua, 2) each other, 3) the jungle and independence, and 4) God and God’s way of approach to the highland Quichua. From thence, by His great hand, we must move to the Ecuadorian highlands with several young Indians each, and begin work among the 800,000 highlanders. If God tarries, the natives must be taught to spread southward with the message of the reigning Christ, establishing New Testament groups as they go. Thence the Word must go south into Peru and Bolivia. The Quichuas must be reached for God! Enough for policy. Now for prayer and practice.” “


Cuplikan Penginjil Jim Elliot di Equador 
yang Jadi Martyr Mati di Ujung Tombak


TAHUN-TAHUN DI EQUADOR

Pada Februari 1952 Jim akhirnya meninggalkan Amerika untuk melakukan perjalanan ke Ekuador bersama Pete Fleming. Pada bulan Mei Elisabeth pindah ke Quito dan meskipun mereka tidak merasa perlu bertunangan, dia dan Jim memulai pacaran.

Pada bulan Agustus Jim meninggalkan Elisabeth di Quito dan melakukan perjalanan bersama Pete ke Shell Mera. Di markas besar Mission Aviation Fellowship di Shell Mera, Jim dan Pete belajar lebih banyak tentang Indian Acua, kelompok orang yang sebagian besar belum terjangkau dan sangat buas.

Meninggalkan Shell Mera, Pete dan Jim pindah ke Shandia di mana Jim terpikat oleh Quichua. Dia merasa sangat kuat bahwa ini persis di mana Tuhan ingin dia bekerja untuk menyebarkan Injil.

Ketika Jim berada di Shandia, Elisabeth sedang bekerja untuk belajar lebih banyak tentang Indian Colorado di dekat Santa Domingo. Pada bulan Januari 1953 dia pergi ke Quito dan dia bertemu dengannya di sana dan mereka akhirnya bertunangan. Mereka menikah pada bulan Oktober tahun itu dan satu-satunya anak mereka Valerie lahir pada tahun 1955.

Mereka menetap di Shandia dan melanjutkan pekerjaan mereka dengan suku Indian Quichua. Itu adalah keinginan Jim untuk dapat mencapai suku Waodoni yang tinggal jauh di dalam hutan dan memiliki sedikit kontak dengan dunia luar. Seorang wanita Waodoni yang telah meninggalkan suku itu diambil oleh para misionaris dan membantu mereka untuk belajar bahasa.

Jim, bersama dengan Pete, Ed McCully, Roger Youderian, dan pilot mereka Nate Saint mulai mencari pesawat dengan harapan menemukan cara untuk menghubungi Waodoni. Mereka menemukan gundukan pasir di tengah Sungai Curaray yang berfungsi sebagai landasan pendaratan untuk pesawat dan di sanalah mereka pertama kali melakukan kontak dengan Waodoni. Mereka gembira akhirnya dapat mencoba berbagi kasih Kristus dengan kelompok orang ini.

Setelah pertemuan pertama mereka, salah satu suku, seorang pria yang mereka panggil George berbohong kepada suku tentang niat laki-laki. Kebohongan ini membuat para prajurit Waodoni merencanakan serangan ketika para misionaris kembali. Orang-orang itu kembali pada tanggal 8 Januari 1956 dan dikejutkan oleh sepuluh anggota suku yang membantai para misionaris.

Kehidupan singkat Jim yang dipenuhi dengan keinginan untuk berbagi kasih Tuhan dapat disimpulkan oleh kutipan yang diberikan kepadanya. "Dia bukan orang bodoh yang memberikan apa yang tidak bisa dia pertahankan, untuk mendapatkan apa yang dia tidak bisa kehilangan."

Read More..

TUNDUKAN PIKIRAN MANUSIA ( Khotbah Ev. Drg. Yusak Tjipto )

Khotbah Tundukan Pikiran Manusia ( Bagian 1 )

Khotbah Tundukan Pikiran Manusia ( Bagian 2 )


Read More..

Selasa, 17 Juli 2018

HIDUP DI MASA AKHIR JAMAN (Khotbah Ev. Drg. Yusak Tjipto)


Bagian 1 (click pada video untuk menyaksikan)

Bagian 2 (click pada video untuk menyaksikan)

Bagian 3 (click pada video untuk menyaksikan)

Bagian 4 (click pada video untuk menyaksikan)



Read More..

Selasa, 12 Juni 2018

TINGGAL DI DALAM KEDALAMAN BERSAMA DENGAN TUHAN YESUS (KHOTBAH EV. DRG. YUSAK TJIPTO)

Ev. Drg. Yusak Tjipto - Kedalaman Bersama Tuhan (1)


Ev. Drg. Yusak Tjipto - Kedalaman Bersama Tuhan (2)




Ev. Drg. Yusak Tjipto - Kedalaman Bersama Tuhan (3)



Ev. Drg. Yusak Tjipto - Kedalaman Bersama Tuhan (4)


Read More..

BERGAUL KARIB DENGAN TUHAN, KHOTBAH EV. YUSAK TJIPTO

BERGAUL KARIB DENGAN TUHAN BAGIAN 1
BERGAUL KARIB DENGAN TUHAN BAGIAN 2
BERGAUL KARIB DENGAN TUHAN BAGIAN 3
BERGAUL KARIB DENGAN TUHAN BAGIAN 4

Read More..

Rabu, 11 Oktober 2017

MELEWATI LEMBAH BAYANG BAYANG MAUT BERSAMA TUHAN YESUS (KESAKSIAN JACQLIEN CELOSSE)


Video Kesaksian Jacqlien Celosse

Aku menatap sosok wanita cantik di atas panggung yang megah itu. Wanita itu memang sudah tidak belia lagi, tetapi masih terlihat kecantikannya yang terpancar, bukan hanya dari rambut atau wajahnya, tetapi dari hatinya yang penuh dengan iman. " Tuhan Yesus itu baik, bukan karena Dia adalah penyembuh, tetapi karena Dia memang baik" , ucap Jacqline Cellose, seorang penyanyi rohani yang pernah mengidap sebuah penyakit langka selama 4 tahun. Sebuah penyakit yang menyebabkan imun tubuhnya menyerang tubuhnya sendiri. Di tubuhnya ada 15 benjolan.

Jacqlien Celosse Saat Sakit


Masa ketika dia sakit, bukan masa yang mudah dilalui olehnya. Bukan hanya rasa sakit yang menyiksa ketika sakitnya kambuh, namun juga tekanan batin yang harus dia alami. Ada orang-orang yang meminta bantuan dana untuk pengobatannya, tetapi dananya tidak pernah diberikan kepadanya. Ada yang mencibirnya " Kok, Hamba Tuhan minta-minta sumbangan", padahal dia sama sekali tidak meminta. Belum lagi suaminya yang adalah seorang hamba Tuhan full time juga kena imbasnya. ada gereja yang mencibir " istrinya sendiri tidak dapat disembuhkan, bagaimana dia bisa mendoakan orang lain?" Ada masa-masa yang panjang, dimana rasanya ketika dia berteriak kepada Tuhan, namun rasanya tak ada jawaban. Dia terus berteriak, siang dan malam. Dia mengatakan, dia seperti pengemis buta yang terus berteriak " Yesus anak Daud, kasihanilah aku!" Dirinya hanya berharap, Tuhan mau berhenti dan melihat dirinya. Ada saatnya rasanya mau give up, sudah tidak tahan lagi. Ada saatnya kadang bertanya " Tuhan apakah Engkau mengasihi aku?" Namun kemudian dia menangis meminta ampun karena meragukan Tuhan. Bukan hanya itu saja, kedua anaknya juga menderita sakit. Yang kecil sakit bocor usus, yang besar sakit yang kalau kata dokter singapore kasus kebanyakan orang biasanya sudah mengarah ke cancer. Anaknya yang besar ini selama 8 bulan berhenti dari sekolah karena depresi. Dia merasa lelah karena harus terus menerus ke dokter. Namun Jacqlien teru menguatkan anaknya " , " Walaupun kita tidak mengerti, imanilah bahwa Tuhan itu tetap baik." Ada saatnya dia hanya dapat mengangkat tangannya kepada Tuhan di atas pembaringan dan mengatakan " Aku menyembah-Mu Tuhan, bukan karena Engkau adalah penyembuh, tetapi karena Engkau memang layak untuk disembah." Pada saat itu dia masih terbaring sakit. Disaat-saat paling kelam itulah Jaclien benar-benar mengalami Tuhan lebih lagi. Tuhan yang menyertai dia dan menguatkan dia. Tuhan yang memampukan dirinya melewati semuanya. Dia tahu apapun yang dia alami adalah baik adanya, sekalipun tampaknya tidak baik. Benar anaknya mulai belajar melayani Tuhan, dalam kondisinya yang masih sakit. Pada saat itu, bukan hanya belajar untuk tetap mempercayai Tuhan bahwa Dia adalah Tuhan yang baik, bahkan anaknya belajar untuk mengasihi Tuhan dan melayani-Nya. Dia melakukan apa saja yang bisa dia kerjakan di gereja. Sampai akhirnya di awal tahun 2012 anaknya sakit karena kelelahan. Pada saat itu, Jacqlien sempat bertanya-tanya kepada Tuhan, " Anakku melayani Engkau, mengapa justru kondisinya memburuk seperti ini? " Namun ternyata saat diperiksa, hasil tes menunjukan apa yang dulu positif2, sekarang jadi negatif. 90% anaknya sudah sembuh. kini sudah 100% kesembuhannya. Well, jujur ya, kalau yang bicara adalah orang yang sedang dalam kondisi yang baik-baik saja, saya bisa mendengar sambil lalu. Tetapi perkataan ini keluar dari mulut orang yang seperti sudah jatuh dari tangga, guling-guling tertimpa tangga, diinjak kucing pula. Bayangkan, sampai ada orang yang mengatakan kepadanya " Kamu pasti kena kutukan turunan. Kamu pasti ada dosa yang belum diakui, dll" Coba bayangkan sendiri kalau kita ada diposisinya, apa rasanya diperlakukan seperti itu? Jacqlien terus berdoa agar anaknya dapat benar-benar mengsihi Tuhan. Suatu hari anaknya berkata bahwa dirinya mau melayani Tuhan. " Tetapi melayani sebagai apa?" " Apa saja, kalau kamu bisa menggulung kabel, lakukan itu" Lagu dibawah ini adalah lagu ciptaan dirinya sendiri, ditulis saat Jacqlien masih dalam lembah kekelaman yang begitu panjang. "Engkaulah alasan Slama aku hidup". Puji Tuhan saat ini dirinya juga sudah sembuh dan dia memberikan kesaksian bagi banyak orang.Dirinya bukan hanya bersaksi bahwa Tuhan sanggup menyembuhkan dirinya dan anak-anak-Nya. Namun Tuhan juga adalah Allah yang adalah baik adanya, sekalipun Dia mengijinkan hal yang kelihatannya buruk terjadi di dalam kehidupan kita. Jacqlien memberikan teladan bagaimana tetap mengasihi Tuhan di tengah gelombang badai kehidupan yang begitu besar.

Read More..

Selasa, 10 Oktober 2017

LEPAS DARI CENGKRAMAN IBLIS, SEMPAT DILAMAR IBLIS LUCIFER JADI PERMASURINYA

Terbukanya Celah Kegelapan
Pada suatu hari, seorang paranormal, datang berkunjung ke rumah bapak Bambang Prasetyo, ayah Lala. Paranormal yang adalah tetangga Lala itu mengatakan bahwa ada sesuatu yang khusus pada Lala, kesaktian supranatural dari Kakek Lala akan turun kepada Lala, anak ke-2 dari 2 bersaudara itu. “Ketika Paranormal itu meminta Lala untuk berpuasa, saya pikir itu bukanlah sesuatu yang berbahaya buat anak saya,” ujar Pak Bambang, yang sebelum menikah dengan Ibu Annie memeluk agama Islam. Lala pun mulai berpuasa. Ia menerima anjuran itu. Sang paranormal berkata bahwa ilmu yang Lala miliki bisa digunakan untuk kebaikan dan menolong banyak orang. Salah satunya menyembuhkan orang sakit. Meskipun masih ragu, namun Lala menurutinya. Paranormal itu menasihatkan Lala untuk hidup jujur, jangan curang dan berbuat tidak benar, sehingga Lala semakin tertarik. Bahkan ia menyampaikan pesan Kakek Lala supaya Lala rajin belajar. Lala juga percaya bahwa itu benar.

Video Kesaksian Lepas Dari Cengkraman Iblis 
( Ev. Melanie Prasetyo)

Kejadian Supranatural
Satu hari setelah berpuasa dan mengikuti ritual yang disarankan, Lala bisa melihat dan berbicara dengan arwah yang sudah mati. Arwah-arwah itu berwujud manusia dan sering mendatangi Lala sambil menitipkan pesan untuk keluarga yang mereka tinggalkan. Salah satu arwah berpesan kepada anak-anaknya supaya mereka segera berkunjung ke kuburannya. Kemudian Lala menyampaikannya.

Suatu ketika, Lala menyadari bahwa ia memiliki kemampuan untuk memindahkan barang apa pun tanpa menyentuhnya. Cukup dengan berkonsentrasi maka barang tersebut akan bergerak ke mana pun Lala kehendaki. Bahkan orang sakit dapat Lala sembuhkan.

 


Memasuki tahun 2001, Lala bertemu dengan Sunan Gunung Jati dan Sunan Kali Jaga. Ia bisa pindah ke satu tempat ke tempat lain, muncul pada saat orang lain tidak melihatnya. Setiap kali mengisi bensin di sebuah pom bensin, kasirnya selalu berkata bahwa Lala sudah membayarnya. Padahal Lala tidak mengeluarkan uang sepeser pun. Kejadian-kejadian itu membuat Lala semakin disanjung oleh teman-temannya. Namun teman-teman Lala yang beragama Kristen tidak menunjukkan kekaguman kepada Lala, sehingga Lala merasakan suatu kejanggalan.

Tamu Misterius Datang Ke Dalam Kamar
Suatu hari, sepulangnya Lala dari kampus, ia melihat seorang laki-laki berwajah tampan sedang duduk di atas tempat tidurnya. Mukanya telihat halus dan licin. Lala hendak memarahinya karena ia lancang masuk ke dalam kamar, namun mulut Lala tidak dapat mengeluarkan suara. Laki-laki itu menatap Lala dengan tatapan tajam lalu berkata, “Kamu adalah pilihanku, dan kamu akan kujadikan permaisuri. Akan kuberikan semua fasilitas yang kamu butuhkan, rumah, uang, mobil dan harta yang melimpah, sehingga kamu tidak merepotkan orang tuamu lagi.” Lala sempat terbuai dengan tawaran itu.

Image result for melanie prasetyo
“Jika kamu menjadi permaisuriku maka kita berdua akan membuat Bandung berdarah,” ucap laki-laki itu lagi. Lala mulai ketakutan dan sadar bahwa laki-laki ini bukan manusia. Mulutnya yang sempat terkunci tiba-tiba bisa berbicara kembali. “Saya tidak mau,” jawab Lala. Wajah laki-laki misterius itu berubah menjadi tidak bersahabat, seperti penuh dengan amarah. Dalam sekejap mata tiba-tiba ia menghilang dari kamar Lala. Dan seiring kepergiannya, terasa guncangan hebat dalam kamar Lala sehingga membuat seisi kamarnya berantakan. Bahkan orang tua Lala yang sedang berada di lantai atas ikut merasakan guncangan tersebut. Perasaan Lala mulai tidak karuan. Ia mulai merasa khawatir dan bertanya dalam hati, apa yang sekiranya akan terjadi dalam hidupnya setelah kejadian ini.

Teror Akibat Dendam Amarah Lucifer
Lima hari berlalu dari kejadian itu, ternyata belum terjadi apa-apa dalam kehidupan Lala. Ia
pergi ke kampus seperti biasanya. Ketika pulang kuliah, ia melihat keadaan di dalam mobilnya berantakan. Tiba-tiba saat ia hendak masuk ke dalam mobil, pintu mobil Lala tertutup sendiri dan terbanting keras sehingga menjepit tangan Lala. Lala menjerit kesakitan namun tidak ada satu orang pun yang mendengarnya. Setelah cukup lama menahan sakit, barulah pintu itu terbuka kembali dan Lala dilarikan oleh satpam kampusnya ke rumah sakit Bandung.

Keesokan harinya, di saat Lala sedang jalan-jalan dengan teman-temannya, sesuatu yang keras seperti memukul kepalanya. Teman-teman Lala tidak melihat apa-apa, bahkan menganggap Lala hanya bergurau. Sampai tiba-tiba wajah Lala lebam dan terluka dengan sendirinya. Hanya Lala sendiri yang merasakan pukulan-pukulan itu. Seperti ada roh halus yang sedang menghajarnya.

Di dalam kelas, ketika Lala sedang mengikuti pelajaran salah satu mata kuliahnya, tiba-tiba tubuh Lala terlihat seperti ada yang menarik, dan kursi yang Lala duduki melayang ke atas udara. Seisi kelas merinding ketakutan dan bingung dibuatnya. Teman-teman Lala mulai panik melihat kejadian itu. Dan untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali, mulai di hari selanjutnya mereka mengadakan doa bersama sebelum kuliah dimulai. “Kehidupan saya tidak tenang karena ‘mereka’ selalu mengganggu saya,” ujar Lala.

Gangguan belum berakhir. Sewaktu makan, Lala tidak bisa memasukkan makanan yang ada di sendok ke dalam mulutnya. Ketika ia mencoba dengan garpu, garpu itu melesak ke dalam mulutnya dan menusuk ke lidah. Teman-temannya berusaha membantu Lala menarik garpu itu, namun tidak berhasil. Darah mulai mengalir dari dalam mulut Lala. Akibat dari kejadian itu Lala tidak bisa makan selama satu minggu, badannya mulai terlihat kurus sehingga ia harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan khusus.

Sesampainya di rumah sakit, jarum infus yang hendak dimasukkan ke pembuluh darah Lala sulit untuk dimasukkan. Dokter yang bertugas semakin dibuat heran ketika muncul tanda seperti simbol ‘X’ berwarna merah di dahi Lala. Simbol itu seperti luka yang kering. Bahkan beberapa waktu kemudian muncul tulisan ‘SATAN’ di tubuh Lala. “Saya dipermalukan sekali oleh Lucifer,” ujar Lala.

Teror demi teror terus berdatangan. Semakin hari semakin aneh dan mengerikan. Tiba pada puncaknya ketika Lala sedang masuk ke dalam kamar mandi, ia menghilang seketika. Teman-temannya sempat terbelalak ketika mereka melihat kamar mandi dalam keadaan kosong. Karena sebelumnya mereka sempat melihat dengan jelas Lala masuk ke dalam situ. Akhirnya disebarkan berita kalau Lala hilang. Seorang petugas polisi menemukan Lala sedang berdiri di pinggir jalan. Kejadian itu terulang kembali pada hari berikutnya. Lala menghilang dan ia tiba-tiba sudah berada di pegunungan Ciwidey.

Suatu hari Lala melihat sosok iblis keluar masuk dalam tubuhnya. Perlahan penglihatannya mulai memudar dan semua yang dilihat Lala seperti buram. Pada akhirnya Lala tidak dapat melihat sama sekali. Semua serba gelap. Beberapa menit kemudian sebuah tangan yang besar terasa seperti mencekik leher Lala. Dan Lala menjadi bisu seketika itu juga. Di saat yang bersamaan, kaki Lala juga lumpuh. Kejadian itu terjadi pada bulan April 2002. Tidak sampai di situ saja. Iblis juga menyumbat pikiran Lala sehingga Lala menjadi amnesia dan tidak mengenali satu orang pun yang ada di dekatnya. Stres yang hebat mulai Lala alami. Ia merasa tidak memiliki pengharapan. Nilai-nilainya hancur dan teman-temannya satu per satu mulai pergi menjauhi dirinya.

Pencobaan Bunuh Diri
Lima hari sudah Lala lewati dalam keadaan buta, bisu, lumpuh dan tidak mengenali suara-suara yang ia dengar. Pilihan yang terlintas dalam pikiran Lala hanya ada 2; menyerahkan diri kepada iblis atau bunuh diri. Karena sudah tidak kuat menahan penderitaan tersebut, Lala memutuskan untuk bunuh diri. Ia mencoba meraba-raba seisi kamarnya untuk mencari barang yang tajam supaya dapat menikam lehernya sendiri dan menghabisi nyawanya. Tetapi niat itu batal ketika seseorang masuk ke dalam kamarnya dan menggenggam tangan Lala. Orang itu menuliskan sesuatu di atas tangan Lala, “Ini mama.” Dan lagi ia menuliskan sebuah kalimat, “Segala sesuatu indah pada waktu-Nya. Yesus sayang sama Lala.” Hingga akhirnya Lala menemukan pilihan yang ke-3, yaitu menerima Yesus.

Mujizat Kesembuhan Terjadi Saat Pelepasan
Sementara itu, selain kedua orang tua Lala, ada banyak orang berdoa untuk Lala. Karyawan Maranatha di bagian pembukuan juga ikut berpuasa untuk Lala, bahkan mereka berdoa selama berjam-jam. Mereka berdoa agar Tuhan segera menolong dan mengasihani Lala. “Saya melihat suatu keindahan yang Tuhan perlihatkan. Rumah kami menjadi rumah doa,” ucap Pak Bambang dengan wajah berseri-seri ketika memberikan kesaksian. Kebahagiaan terpancar dari mimik wajahnya yang tenang ketika ia mengingat kembali kejadian itu. Akhirnya mujizat kesembuhan terjadi. Doa orang benar besar kuasanya. Lala bisa mendengar dan berbicara lagi, meskipun ia belum bisa melihat.

Lala mulai ikut bernyanyi memuji dan menyembah Tuhan bersama teman-temannya. Dan secara ajaib perlahan-lahan warna hitam yang menutupi penglihatannya mulai berubah menjadi warna-warni. Lala bisa melihat kembali. “Saya mulai mengamati bahwa pujian dan penyembahan ada kuasa. Tuhan bertahta di atas puji-pujian,” ujar Lala.

Kejadian Aneh Muncul Kembali
Beberapa hari kemudian, ketika sedang berada di dalam mobil bersama kedua orang tua dan pamannya, Lala tiba-tiba menghilang. Kejadian itu membuat mereka menjadi ngeri dan panik, karena Lala tidak lagi berada bersama mereka. Sedangkan Lala sendiri tiba-tiba sudah berada di dalam sebuah rumah besar yang aneh. Beberapa anak muda menyapa kehadiran Lala. Lala tidak dapat menggerakkan anggota tubuhnya. Kuasa iblis seperti sedang menguasainya. Lalu datang seseorang memasuki ruangan, seorang laki-laki yang dahulu pernah berada di dalam kamar Lala. “Mungkin kamu lupa sama saya, tapi hari ini kamu akan saya jadikan permaisuriku,” ucap laki-laki itu. Dalam keadaan tidak berdaya, iblis membawa Lala ke pelaminannya.Anak-anak muda yang berada di dalam ruangan tersebut membaca sebuah mantera sambil mengiringi perjalanan Lala.

Lala dibawa oleh laki-laki itu dan diposisikan di sebelah dia sambil dirangkulnya. Semua orang yang ada di depan Lala memakai baju hitam, dan mereka terlihat sedang memakan daging mentah. Darah segar muncrat dari mulut mereka – mengotori lantai ruangan. Mulut mereka berlumuran darah. Lalu setelah itu anak-anak muda yang berada di dalam ruangan saling berhubungan seks.

Laki-laki misterius yang membawa Lala mulai berusaha menjamah tubuh Lala. Kemudian Lala melihat wajahnya berubah menjadi panjang. Tiba-tiba terbesit dalam pikiran Lala sebuah ajakan untuk menyebut nama Yesus. Lala pun berusaha berkata dalam hati, “Yesus tolong saya, walau saya lupa tentang Kau tapi saya tahu Kau mau menolong saya, Yesus tolong saya.”

Akhirnya ketika mata Lala berkedip, ia sudah berada di tempat lain lagi. Terlihat banyak angkot-angkot lewat. Lala sedang berada di pinggir jalan. Ia tidak tahu mau pulang ke mana. Walaupun dalam keadaan bingung, namun Lala bersukacita. Ia meneriakkan nama Yesus sehingga orang-orang memperhatikannya.

Lala masih tidak tahu harus pulang ke mana. Ia kembali berseru kepada Yesus. Untuk pertama kali dalam hidupnya, Lala mendengar suara Tuhan yang lembut, “Anak-Ku, orang tuamu sekarang ada di Gereja Sidang Jemaat Allah, di Jalan Sudirman. Ketahuilah Aku senantiasa menyertai kamu.”

Tuhan Yesus Mendatangi Lala
Setibanya di gereja itu, Lala bertemu kembali dengan pamannya. Mereka naik ke atas gedung gereja dan melihat kedua orang tua Lala sedang berdoa. Ibu Annie Prasetyo, ibu Lala, segera memeluk Lala sambil mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Yesus.

Lalu mereka semua turun ke bawah. Saat itu Lala merasa sudah sangat putus asa, dan berkata kepada ibunya bahwa ia mau mati saja. Ibu Annie mencoba menenangkan Lala. Dalam keadaan letih yang luar biasa tiba-tiba Lala melihat Yesus hadir di hadapannya. Mata Lala menatap lurus ke suatu titik. Orang-orang di sekeliling Lala mulai menengking-nengking, karena mereka berpikir Lala kembali didatangi oleh roh jahat. Namun Lala tetap tenang. Yesus mendekati Lala dan berkata, “Anak-Ku, Aku mengasihi engkau.” Dia lalu membuka tangan-Nya dan mengajak Lala untuk berdoa, “Bapa Kami yang di sorga…” Lala mengikutinya dan semua orang menangis.

Tak lama kemudian perut Lala dipelintir oleh iblis dan dipukul. Lala menjerit kesakitan. Tangan kiri Lala tetap dipegang oleh Tuhan. Suasana menjadi gaduh, namun Lala sempat mendengar suara Yesus, “Percayakah Kau kepadaku?” Lala menjawab, “Saya mau percaya asalkan saya sembuh dulu!” Hingga akhirnya Lala tidak sadarkan diri. Lau ia dibawa ke ruang doa. Peristiwa yang menggemparkan terjadi. Dalam keadaan tidak sadarkan diri, keluar suara lemah dari mulut Lala, “Ya Yesus, Engkau Anak Allah Yang Maha Tinggi. Engkau adalah Mesias yang sudah mengalahkan saya 2000 tahun yang lalu. Ampuni kami Tuhan.” Setelah terbatuk keras, Lala mulai sadar. Tuhan Yesus kembali bertanya kepada Lala pertanyaan yang sama, dan Lala segera menjawabnya, “Saya percaya Tuhan!” Tangan Tuhan menjamah wajah Lala dan seketika itu ingatan Lala mulai pulih. Ia dapat mengenali semua orang yang ada di ruangan tersebut. “Maukah Engkau memikul salib bersama-Ku?” tanya Yesus lagi. “Ya, saya mau!” jawab Lala dengan tegas. “Sampai maranatha,” ucap Yesus sebelum Ia pergi berlalu.

Kehidupan Lala dipulihkan dan diubah menjadi baru. Pak Bambang dan Ibu Annie kini mulai terlibat aktif dalam pelayanan. Mereka percaya, bahwa segala sesuatu terjadi untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Tuhan.
Read More..

Sabtu, 26 Agustus 2017

PENGGENAPAN ALKITAB, KITAB WAHYU 12 TANGGAL 23 SEPTEMBER 2017

Firman Tuhan katakan, dalam kitab Kejadian 1:14-18
1:14 Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,
1:15 dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.
1:16 Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.
1:17 Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,
1:18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

Jadi benda benda penerang, di tatasurya, juga alam semesta untuk menjadi tanda yang menunjukan masa yang tetap, hari hari dan tahun tahun.

Di dalam Alkitab, kitab Wahyu 12 tertulis:
12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
Perempuan Berselubung Matahari Dengan Mahkota 12 Bintang
12:2 Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.
Wanita Tanda Besar di Langit Sedang Mengandung
12:3 Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
12:4 Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.


Wanita dan Naga yang Mau Menelan Anaknya
12:5 Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.
12:6 Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.
12:7 Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya,
12:8 tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga.

12:9 Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.

Kitab Wahyu 12 digenapi pada tanggal 23 September 2017. Terlihat rasi bintang Virgo (Virgin) dengan 12 bintang di atas kepalanya, rasi bintang Leo dan planet Mercurius, Mars, Venus. Matahari di dekat kepalanya, dan bulan pada kakinya. Hasil digenerate dengan program simulasi tata surya dan astronomi Stellarium (bisa di download di https://sourceforge.net/projects/stellarium/)


Posisi Matahari, Rasi Virgo (Virgin), Leo (Mahkota + Merkurius, Mars, Venus)
dan Bulan pada kaki Virgo, Serta Jupiter lahir dari rahim Virgo digenapi tanggal 23 September 2017
Video berikut menunjukan Planet Jupiter Berosilasi, di rahim rasi bintang virgo 9 bulan.


Gerakan Tata Surya dari Tgl 1/11/2016 sd 24/9/2017 di rasi bintang Virgo

Planet Jupiter ada di dalam rahim rasi bintang virgo selama 9 bulan dan tanggal 23 September 2017 keluar, lahir. Namun dimanakah naga merah padam yang dimaksud oleh Wahyu 12? 

Video Youtube yang lain menjelaskan penggenapan Wahyu 12 tanggal 23 September 2017.


Penggenapan Wahyu 12 tanggal 23 September 2017

Untuk menemukan posisi naga merah padam, bisa dilihat dengan aplikasi Google Sky https://www.google.com/sky/ pilih rasi bintang Virgo, dan set mode infrared, tampak gambar berikut. Naga merah padam informasinya ditutupi oleh google sky. 


Lokasi Naga Merah Padam ditutup oleh Google Sky

Jika dilihat pakai Telescope Virtual Nasa, Sky View, isikan koordinat  13h 47m 58s  -8 40' 43" pada Query From Sky View di https://skyview.gsfc.nasa.gov/current/cgi/query.pl , setelah itu set Infrared Telescope IRAS 100 micron, dan pilih color table Prism. Akan didapat naga merah padam.  
Naga Merah Padam yang akan menyeret 1/3 bintang 
dan melemparkannya ke bumi pada posisi 13h 47m 58s  -8 40' 43" 

Dalam Alkitab dapat dibaca tentang kedatangan Yesus, Anak Manusia, Injil Lukas 
21:25 "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
21:26 Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.
21:27 Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
21:28 Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat."

Apakah tanda tanda di atas berarti akan dimulai masa tribulation 7 tahun, dan gereja akan diangkat saat kedatangan Tuhan Yesus Kristus di awan-awan mengangkat gerejaNya. Apakah hujan meteor atau asteroid akan terjadi secara dahysat, seperti jaman Dinosaurus musnah. Berdoa dan berjaga-jagalah. Tuhan Yesus Akan datang Segera. Maranatha. Haleluya.

Pesan Tuhan Yesus Kristus dalam kitab Lukas:
21:29 Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: "Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja.
21:30 Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat.
21:31 Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.
21:32 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi.
21:33 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu."
21:34 "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.
21:35 Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini.

21:36 Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia."


Wahyu 12 (click untuk melihat videonya)


Masa masa kuasa kuasa langit akan goncang, deru  dan gelora laut yang dahsyat.



Revelation (click untuk menonton videonya)



I Saw Rapture Happening (click untuk menonton videonya)



Saat Sangkakala Ditiup, Disaster (click untuk menonton videonya)


Doulos Setia Lion of God
26 Agustus 2017


Read More..

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...