Halo semua, nama saya Melissa, biasa dipanggil Caca. Saya sangat berbahagia ada di tempat ini, suatu kehormatan untuk saya bisa melayani Tuhan. Saya akan membagikan bagaimana saya mengikut Tuhan untuk pertama kali. Bacground keluarga saya, saya lahir dari keluarga Muslim, anak bungsu dari lima bersaudara, dan sampai saat ini semua keluarga saya masih tetap Muslim.
Melissa (Cacha) Sitohang, sekeluarga dengan Suami Choky Sitohang
Di sini saya mau cerita bagaimana Tuhan memperkenalkan diri-Nya kepada saya. Waktu itu tahun 2001 awal, saya bekerja di salah satu perusahaan penerbangan nasional di Indonesia, dan saya ditempatkan di Bali, di sana saya kontrak untuk bekerja selama lima tahun, sebagai pramugari. Saya ditempatkan bersama-sama teman teman seangkatan saya waktu itu di sebuah apartemen bareng. Saya percaya bukan kebetulan, saya memilih untuk tinggal bersama teman teman saya yang Kristen. Kami punya suatu ruangan di apartemen, ruang tamu, tapi karena kami jarang menerima tamu, kami ganti jadi ruang buku, ruang baca, ruang music, kami taruh CD, kaset, untuk kami sama-sama baca, dan tukar-tukaran.
Video Youtube Kesaksian Melissa ( Cacha ) Sitohang, Mengikut Yesus
Teman saya ini punya banyak koleksi buku buku rohani, Alkitab, dia pajang semua, ada lagu-lagu puji-pujian. Saya juga punya buku buku, suka tukar-tukaran buku, tetapi buku buku sekuler. Suatu hari saya sedang tidak terbang, tidak bekerja, saya diam di rumah, dan teman saya itu lagi tidak berada di rumah. Waktu itu saya sendiri, karena belum terbiasa jauh dari keluarga, sendirian saya merasa sangat kesepian. Saya kemudian mencoba melihat buku buku teman saya itu, saya lihat kok ini buku rohani semua, lalu ok, saya mau dengerin musik saja, tetapi saya lihat semuanya rohani, akhirnya saya memilih mengambil suatu CD instrument, karena saya suka musik. Di situ saya memilih CD instrument piano dari Joseph S. Djafar, dia musisi rohani, saya waktu itu tidak tahu dia sama sekali, tahu lagu lagu apa, saya digerakan Tuhan mengambil lagunya saya dengarkan di mobil dan di kamar. Saat itu saya mulai suka, saya merasa, entah mengaapa, ini musik bikin damai sejahtera, seperti yang saya belum pernah rasakan sebelumnya. Waktu itu saya belum mengerti arti damai sejahtera, suka-cita, tapi saya merasa beda. Sampai saya akhirnya mulai digerakan untuk mengambil dan membaca Alkitab yang ada di lemarinya dia, karena ingin tahu, bagaimana sih ceritera di dalam Alkitab, tentang Adam dan Hawa, serta nabi-nabi yang lain, yang saya tahu dari kecil. Jadi saya mulai membuka Alkitab, membaca dari kitab Kejadian. Saya melihat tentang awal mula dunia dijadikan oleh Allah, dan saya kaget, wah ternyata ceriteranya seperti ini, yang saya tidak pernah tahu sebelumnya. Karena saya suka membaca, saya melihatnya ada ceritera baru seperti novel, saya pikir wah seru nih, nextnya apa lagi?. Sampai akhirnya saya bilang sama teman saya itu, namanya Maureen, saya katakan “Maureen, saya bawa ya Alkitab kamu”, dan dia kaget banget, “hah!” dia bilang “ya udah, saya punya yang lain kok”, dan saya mulai baca di kamar, yang semula saya senang main, dan makan rame-rame bersama geng saya, waktu itu saya mulai menolak, saya di kamar aja, karena saya ingin baca lagi, baca lagi, seru banget begitu, walaupun ada bagian-bagian di dalam Alkitab Perjanjian Lama itu yang saya kurang mengerti, tapi bikin saya penasaran terus.
Jim Elliot
memulai hidupnya di Portland, Oregon, AS. Ibunya, Clara, adalah seorang Chiropractor dan ayahnya, Fred, adalah seorang hamba Tuhan. Mereka menikah dan
menetap di Seattle, WA di mana mereka menyambut putra pertama mereka, Robert
pada tahun 1921.
Kemudian
mereka memindahkan keluarga ke Portland di mana Herbert tiba pada tahun 1924,
Jim pada tahun 1927, dan Jane pada tahun 1932.
Jim
mengenal Kristus sejak usia dini dan tidak pernah takut untuk berbicara tentang
Dia kepada teman-temannya. Pada usia enam tahun, Jim memberi tahu ibunya,
“Sekarang, mama, Tuhan Yesus dapat datang kapan saja Dia mau. Dia bisa membawa
seluruh keluarga kami karena saya sudah diselamatkan sekarang, dan Jane masih
terlalu muda untuk mengenal Dia. ”
TAHUN-TAHUN
YANG MENYUSUI KEINGINANNYA UNTUK MELAYANI TUHAN DALAM MISI
Jim
memasuki Benson Polytechnic High School pada tahun 1941. Dia membawa sebuah
Alkitab kecil bersamanya dan, seorang pembicara yang luar biasa; dia sering
ditemukan berbicara untuk Kristus. Dia dan teman-temannya tidak takut untuk
melangkah keluar dan mencari petualangan. Satu hal yang Jim tidak punya waktu
untuk di tahun-tahun awal itu adalah anak perempuan. Dia pernah dikutip
mengatakan kepada seorang teman, " laki-laki rumahan tidak banyak berpetualang."
Pada 1945 Jim pergi ke Wheaton, IL untuk menghadiri Wheaton College. Tujuan utamanya adalah untuk mengabdikan dirinya kepada Tuhan. Dia mengakui pentingnya disiplin dalam mengejar tujuan ini. Dia akan memulai setiap pagi dengan doa dan pelajaran Alkitab. Dalam jurnalnya ia menulis, “Tidak ada yang bisa menjadi 'barang lama' karena itu adalah Kristus yang dicetak, Firman yang Hidup. Kita tidak akan berpikir untuk bangkit di pagi hari tanpa mencuci muka, tetapi kita sering mengabaikan pembersihan purgatif dari Firman Tuhan. Itu membangunkan kita untuk tanggung jawab kita. ”
Keinginan Jim untuk melayani Tuhan dengan mengambil Injil-Nya kepada orang-orang yang belum terjangkau di dunia mulai tumbuh saat di Wheaton. Musim panas 1947 menemukannya di Meksiko dan waktu itu memengaruhi keputusannya untuk melayani di Amerika Tengah setelah ia menyelesaikan kuliah.
Jim bertemu Elisabeth Howard selama tahun ketiganya di Wheaton. Dia memintanya untuk kencan yang dia terima dan kemudian dibatalkan. Mereka menghabiskan tahun-tahun berikutnya sebagai teman dan setelah dia selesai di Wheaton, mereka terus berkorespondensi. Ketika mereka saling mengenal satu sama lain, ada ketertarikan, tetapi Jim merasa perlu untuk tidak terbebani oleh kekhawatiran duniawi untuk mengabdikan dirinya sepenuhnya kepada Tuhan.
Selain harapannya untuk suatu hari bepergian ke negara asing untuk berbagi Kristus dengan orang-orang yang tidak bergereja di dunia, dia juga merasakan kebutuhan untuk berbagi dengan orang-orang di Amerika Serikat. Pada hari Minggu sementara di Wheaton dia sering naik kereta ke Chicago dan berbicara dengan orang-orang di stasiun kereta api tentang Kristus. Dia sering merasa tidak efektif dalam pekerjaannya karena saat-saat memimpin orang-orang yang berpengetahuan kepada Kristus sangat sedikit. Dia pernah menulis, “Belum ada buah. Mengapa saya begitu tidak produktif? Saya tidak dapat mengingat memimpin lebih dari satu atau dua ke dalam kerajaan. Tentunya ini bukan manifestasi dari kekuatan Kebangkitan. Saya merasa seperti Rachel, ‘Beri saya anak-anak, kalau tidak saya mati.’ ”
After college with no clear answer as to working for the Lord in a foreign country, Jim returned home to Portland. He continued his disciplined Bible study as well as correspondence with Elisabeth Howard whom he called Betty. They both felt a strong attraction to each other during this time, but also felt that the Lord may have been calling them to be unmarried as they served Him. In June of 1950 he travelled to Oklahoma to attend the Summer Institute of Linguistics. There he learned how to study unwritten languages. He was able to work with a missionary to the Quichuas of the Ecuadorian jungle. Because of these lessons he began to pray for guidance about going to Ecuador and later felt compelled to answer the call there. Elisabeth Elliot wrote in Shadow of the Almighty: “The breadth of Jim’s vision is suggested in this entry from the journal: August 9. “God just now gave me faith to ask for another young man to go, perhaps not this fall, but soon, to join the ranks in the lowlands of eastern Ecuador. There we must learn: 1) Spanish and Quichua, 2) each other, 3) the jungle and independence, and 4) God and God’s way of approach to the highland Quichua. From thence, by His great hand, we must move to the Ecuadorian highlands with several young Indians each, and begin work among the 800,000 highlanders. If God tarries, the natives must be taught to spread southward with the message of the reigning Christ, establishing New Testament groups as they go. Thence the Word must go south into Peru and Bolivia. The Quichuas must be reached for God! Enough for policy. Now for prayer and practice.” “
Cuplikan Penginjil Jim Elliot di Equador
yang Jadi Martyr Mati di Ujung Tombak
TAHUN-TAHUN DI EQUADOR Pada Februari 1952 Jim akhirnya meninggalkan Amerika untuk melakukan perjalanan ke Ekuador bersama Pete Fleming. Pada bulan Mei Elisabeth pindah ke Quito dan meskipun mereka tidak merasa perlu bertunangan, dia dan Jim memulai pacaran. Pada bulan Agustus Jim meninggalkan Elisabeth di Quito dan melakukan perjalanan bersama Pete ke Shell Mera. Di markas besar Mission Aviation Fellowship di Shell Mera, Jim dan Pete belajar lebih banyak tentang Indian Acua, kelompok orang yang sebagian besar belum terjangkau dan sangat buas. Meninggalkan Shell Mera, Pete dan Jim pindah ke Shandia di mana Jim terpikat oleh Quichua. Dia merasa sangat kuat bahwa ini persis di mana Tuhan ingin dia bekerja untuk menyebarkan Injil. Ketika Jim berada di Shandia, Elisabeth sedang bekerja untuk belajar lebih banyak tentang Indian Colorado di dekat Santa Domingo. Pada bulan Januari 1953 dia pergi ke Quito dan dia bertemu dengannya di sana dan mereka akhirnya bertunangan. Mereka menikah pada bulan Oktober tahun itu dan satu-satunya anak mereka Valerie lahir pada tahun 1955. Mereka menetap di Shandia dan melanjutkan pekerjaan mereka dengan suku Indian Quichua. Itu adalah keinginan Jim untuk dapat mencapai suku Waodoni yang tinggal jauh di dalam hutan dan memiliki sedikit kontak dengan dunia luar. Seorang wanita Waodoni yang telah meninggalkan suku itu diambil oleh para misionaris dan membantu mereka untuk belajar bahasa. Jim, bersama dengan Pete, Ed McCully, Roger Youderian, dan pilot mereka Nate Saint mulai mencari pesawat dengan harapan menemukan cara untuk menghubungi Waodoni. Mereka menemukan gundukan pasir di tengah Sungai Curaray yang berfungsi sebagai landasan pendaratan untuk pesawat dan di sanalah mereka pertama kali melakukan kontak dengan Waodoni. Mereka gembira akhirnya dapat mencoba berbagi kasih Kristus dengan kelompok orang ini. Setelah pertemuan pertama mereka, salah satu suku, seorang pria yang mereka panggil George berbohong kepada suku tentang niat laki-laki. Kebohongan ini membuat para prajurit Waodoni merencanakan serangan ketika para misionaris kembali. Orang-orang itu kembali pada tanggal 8 Januari 1956 dan dikejutkan oleh sepuluh anggota suku yang membantai para misionaris. Kehidupan singkat Jim yang dipenuhi dengan keinginan untuk berbagi kasih Tuhan dapat disimpulkan oleh kutipan yang diberikan kepadanya. "Dia bukan orang bodoh yang memberikan apa yang tidak bisa dia pertahankan, untuk mendapatkan apa yang dia tidak bisa kehilangan."
Aku menatap sosok wanita cantik di atas panggung yang megah itu. Wanita itu memang sudah tidak belia lagi, tetapi masih terlihat kecantikannya yang terpancar, bukan hanya dari rambut atau wajahnya, tetapi dari hatinya yang penuh dengan iman. " Tuhan Yesus itu baik, bukan karena Dia adalah penyembuh, tetapi karena Dia memang baik" , ucap Jacqline Cellose, seorang penyanyi rohani yang pernah mengidap sebuah penyakit langka selama 4 tahun. Sebuah penyakit yang menyebabkan imun tubuhnya menyerang tubuhnya sendiri. Di tubuhnya ada 15 benjolan.
Jacqlien Celosse Saat Sakit
Masa ketika dia sakit, bukan masa yang mudah dilalui olehnya. Bukan hanya rasa sakit yang menyiksa ketika sakitnya kambuh, namun juga tekanan batin yang harus dia alami. Ada orang-orang yang meminta bantuan dana untuk pengobatannya, tetapi dananya tidak pernah diberikan kepadanya. Ada yang mencibirnya " Kok, Hamba Tuhan minta-minta sumbangan", padahal dia sama sekali tidak meminta. Belum lagi suaminya yang adalah seorang hamba Tuhan full time juga kena imbasnya. ada gereja yang mencibir " istrinya sendiri tidak dapat disembuhkan, bagaimana dia bisa mendoakan orang lain?"
Ada masa-masa yang panjang, dimana rasanya ketika dia berteriak kepada Tuhan, namun rasanya tak ada jawaban. Dia terus berteriak, siang dan malam. Dia mengatakan, dia seperti pengemis buta yang terus berteriak " Yesus anak Daud, kasihanilah aku!" Dirinya hanya berharap, Tuhan mau berhenti dan melihat dirinya. Ada saatnya rasanya mau give up, sudah tidak tahan lagi. Ada saatnya kadang bertanya " Tuhan apakah Engkau mengasihi aku?" Namun kemudian dia menangis meminta ampun karena meragukan Tuhan.
Bukan hanya itu saja, kedua anaknya juga menderita sakit. Yang kecil sakit bocor usus, yang besar sakit yang kalau kata dokter singapore kasus kebanyakan orang biasanya sudah mengarah ke cancer. Anaknya yang besar ini selama 8 bulan berhenti dari sekolah karena depresi. Dia merasa lelah karena harus terus menerus ke dokter. Namun Jacqlien teru menguatkan anaknya " , " Walaupun kita tidak mengerti, imanilah bahwa Tuhan itu tetap baik."
Ada saatnya dia hanya dapat mengangkat tangannya kepada Tuhan di atas pembaringan dan mengatakan " Aku menyembah-Mu Tuhan, bukan karena Engkau adalah penyembuh, tetapi karena Engkau memang layak untuk disembah." Pada saat itu dia masih terbaring sakit.
Disaat-saat paling kelam itulah Jaclien benar-benar mengalami Tuhan lebih lagi. Tuhan yang menyertai dia dan menguatkan dia. Tuhan yang memampukan dirinya melewati semuanya. Dia tahu apapun yang dia alami adalah baik adanya, sekalipun tampaknya tidak baik.
Benar anaknya mulai belajar melayani Tuhan, dalam kondisinya yang masih sakit. Pada saat itu, bukan hanya belajar untuk tetap mempercayai Tuhan bahwa Dia adalah Tuhan yang baik, bahkan anaknya belajar untuk mengasihi Tuhan dan melayani-Nya. Dia melakukan apa saja yang bisa dia kerjakan di gereja. Sampai akhirnya di awal tahun 2012 anaknya sakit karena kelelahan. Pada saat itu, Jacqlien sempat bertanya-tanya kepada Tuhan, " Anakku melayani Engkau, mengapa justru kondisinya memburuk seperti ini? " Namun ternyata saat diperiksa, hasil tes menunjukan apa yang dulu positif2, sekarang jadi negatif. 90% anaknya sudah sembuh. kini sudah 100% kesembuhannya.
Well, jujur ya, kalau yang bicara adalah orang yang sedang dalam kondisi yang baik-baik saja, saya bisa mendengar sambil lalu. Tetapi perkataan ini keluar dari mulut orang yang seperti sudah jatuh dari tangga, guling-guling tertimpa tangga, diinjak kucing pula. Bayangkan, sampai ada orang yang mengatakan kepadanya " Kamu pasti kena kutukan turunan. Kamu pasti ada dosa yang belum diakui, dll" Coba bayangkan sendiri kalau kita ada diposisinya, apa rasanya diperlakukan seperti itu?
Jacqlien terus berdoa agar anaknya dapat benar-benar mengsihi Tuhan. Suatu hari anaknya berkata bahwa dirinya mau melayani Tuhan.
" Tetapi melayani sebagai apa?"
" Apa saja, kalau kamu bisa menggulung kabel, lakukan itu"
Lagu dibawah ini adalah lagu ciptaan dirinya sendiri, ditulis saat Jacqlien masih dalam lembah kekelaman yang begitu panjang. "Engkaulah alasan Slama aku hidup".
Puji Tuhan saat ini dirinya juga sudah sembuh dan dia memberikan kesaksian bagi banyak orang.Dirinya bukan hanya bersaksi bahwa Tuhan sanggup menyembuhkan dirinya dan anak-anak-Nya. Namun Tuhan juga adalah Allah yang adalah baik adanya, sekalipun Dia mengijinkan hal yang kelihatannya buruk terjadi di dalam kehidupan kita. Jacqlien memberikan teladan bagaimana tetap mengasihi Tuhan di tengah gelombang badai kehidupan yang begitu besar.
Pada suatu hari, seorang paranormal, datang berkunjung ke rumah bapak Bambang Prasetyo, ayah Lala. Paranormal yang adalah tetangga Lala itu mengatakan bahwa ada sesuatu yang khusus pada Lala, kesaktian supranatural dari Kakek Lala akan turun kepada Lala, anak ke-2 dari 2 bersaudara itu. “Ketika Paranormal itu meminta Lala untuk berpuasa, saya pikir itu bukanlah sesuatu yang berbahaya buat anak saya,” ujar Pak Bambang, yang sebelum menikah dengan Ibu Annie memeluk agama Islam. Lala pun mulai berpuasa. Ia menerima anjuran itu. Sang paranormal berkata bahwa ilmu yang Lala miliki bisa digunakan untuk kebaikan dan menolong banyak orang. Salah satunya menyembuhkan orang sakit. Meskipun masih ragu, namun Lala menurutinya. Paranormal itu menasihatkan Lala untuk hidup jujur, jangan curang dan berbuat tidak benar, sehingga Lala semakin tertarik. Bahkan ia menyampaikan pesan Kakek Lala supaya Lala rajin belajar. Lala juga percaya bahwa itu benar.
Video Kesaksian Lepas Dari Cengkraman Iblis
( Ev. Melanie Prasetyo)
Kejadian Supranatural
Satu hari setelah berpuasa dan mengikuti ritual yang disarankan, Lala bisa melihat dan berbicara dengan arwah yang sudah mati. Arwah-arwah itu berwujud manusia dan sering mendatangi Lala sambil menitipkan pesan untuk keluarga yang mereka tinggalkan. Salah satu arwah berpesan kepada anak-anaknya supaya mereka segera berkunjung ke kuburannya. Kemudian Lala menyampaikannya.
Suatu ketika, Lala menyadari bahwa ia memiliki kemampuan untuk memindahkan barang apa pun tanpa menyentuhnya. Cukup dengan berkonsentrasi maka barang tersebut akan bergerak ke mana pun Lala kehendaki. Bahkan orang sakit dapat Lala sembuhkan.
Memasuki tahun 2001, Lala bertemu dengan Sunan Gunung Jati dan Sunan Kali Jaga. Ia bisa pindah ke satu tempat ke tempat lain, muncul pada saat orang lain tidak melihatnya. Setiap kali mengisi bensin di sebuah pom bensin, kasirnya selalu berkata bahwa Lala sudah membayarnya. Padahal Lala tidak mengeluarkan uang sepeser pun. Kejadian-kejadian itu membuat Lala semakin disanjung oleh teman-temannya. Namun teman-teman Lala yang beragama Kristen tidak menunjukkan kekaguman kepada Lala, sehingga Lala merasakan suatu kejanggalan.
Tamu Misterius Datang Ke Dalam Kamar
Suatu hari, sepulangnya Lala dari kampus, ia melihat seorang laki-laki berwajah tampan sedang duduk di atas tempat tidurnya. Mukanya telihat halus dan licin. Lala hendak memarahinya karena ia lancang masuk ke dalam kamar, namun mulut Lala tidak dapat mengeluarkan suara. Laki-laki itu menatap Lala dengan tatapan tajam lalu berkata, “Kamu adalah pilihanku, dan kamu akan kujadikan permaisuri. Akan kuberikan semua fasilitas yang kamu butuhkan, rumah, uang, mobil dan harta yang melimpah, sehingga kamu tidak merepotkan orang tuamu lagi.” Lala sempat terbuai dengan tawaran itu.
“Jika kamu menjadi permaisuriku maka kita berdua akan membuat Bandung berdarah,” ucap laki-laki itu lagi. Lala mulai ketakutan dan sadar bahwa laki-laki ini bukan manusia. Mulutnya yang sempat terkunci tiba-tiba bisa berbicara kembali. “Saya tidak mau,” jawab Lala. Wajah laki-laki misterius itu berubah menjadi tidak bersahabat, seperti penuh dengan amarah. Dalam sekejap mata tiba-tiba ia menghilang dari kamar Lala. Dan seiring kepergiannya, terasa guncangan hebat dalam kamar Lala sehingga membuat seisi kamarnya berantakan. Bahkan orang tua Lala yang sedang berada di lantai atas ikut merasakan guncangan tersebut. Perasaan Lala mulai tidak karuan. Ia mulai merasa khawatir dan bertanya dalam hati, apa yang sekiranya akan terjadi dalam hidupnya setelah kejadian ini.
Teror Akibat Dendam Amarah Lucifer
Lima hari berlalu dari kejadian itu, ternyata belum terjadi apa-apa dalam kehidupan Lala. Ia
pergi ke kampus seperti biasanya. Ketika pulang kuliah, ia melihat keadaan di dalam mobilnya berantakan. Tiba-tiba saat ia hendak masuk ke dalam mobil, pintu mobil Lala tertutup sendiri dan terbanting keras sehingga menjepit tangan Lala. Lala menjerit kesakitan namun tidak ada satu orang pun yang mendengarnya. Setelah cukup lama menahan sakit, barulah pintu itu terbuka kembali dan Lala dilarikan oleh satpam kampusnya ke rumah sakit Bandung.
Keesokan harinya, di saat Lala sedang jalan-jalan dengan teman-temannya, sesuatu yang keras seperti memukul kepalanya. Teman-teman Lala tidak melihat apa-apa, bahkan menganggap Lala hanya bergurau. Sampai tiba-tiba wajah Lala lebam dan terluka dengan sendirinya. Hanya Lala sendiri yang merasakan pukulan-pukulan itu. Seperti ada roh halus yang sedang menghajarnya.
Di dalam kelas, ketika Lala sedang mengikuti pelajaran salah satu mata kuliahnya, tiba-tiba tubuh Lala terlihat seperti ada yang menarik, dan kursi yang Lala duduki melayang ke atas udara. Seisi kelas merinding ketakutan dan bingung dibuatnya. Teman-teman Lala mulai panik melihat kejadian itu. Dan untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali, mulai di hari selanjutnya mereka mengadakan doa bersama sebelum kuliah dimulai. “Kehidupan saya tidak tenang karena ‘mereka’ selalu mengganggu saya,” ujar Lala.
Gangguan belum berakhir. Sewaktu makan, Lala tidak bisa memasukkan makanan yang ada di sendok ke dalam mulutnya. Ketika ia mencoba dengan garpu, garpu itu melesak ke dalam mulutnya dan menusuk ke lidah. Teman-temannya berusaha membantu Lala menarik garpu itu, namun tidak berhasil. Darah mulai mengalir dari dalam mulut Lala. Akibat dari kejadian itu Lala tidak bisa makan selama satu minggu, badannya mulai terlihat kurus sehingga ia harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan khusus.
Sesampainya di rumah sakit, jarum infus yang hendak dimasukkan ke pembuluh darah Lala sulit untuk dimasukkan. Dokter yang bertugas semakin dibuat heran ketika muncul tanda seperti simbol ‘X’ berwarna merah di dahi Lala. Simbol itu seperti luka yang kering. Bahkan beberapa waktu kemudian muncul tulisan ‘SATAN’ di tubuh Lala. “Saya dipermalukan sekali oleh Lucifer,” ujar Lala.
Teror demi teror terus berdatangan. Semakin hari semakin aneh dan mengerikan. Tiba pada puncaknya ketika Lala sedang masuk ke dalam kamar mandi, ia menghilang seketika. Teman-temannya sempat terbelalak ketika mereka melihat kamar mandi dalam keadaan kosong. Karena sebelumnya mereka sempat melihat dengan jelas Lala masuk ke dalam situ. Akhirnya disebarkan berita kalau Lala hilang. Seorang petugas polisi menemukan Lala sedang berdiri di pinggir jalan. Kejadian itu terulang kembali pada hari berikutnya. Lala menghilang dan ia tiba-tiba sudah berada di pegunungan Ciwidey.
Suatu hari Lala melihat sosok iblis keluar masuk dalam tubuhnya. Perlahan penglihatannya mulai memudar dan semua yang dilihat Lala seperti buram. Pada akhirnya Lala tidak dapat melihat sama sekali. Semua serba gelap. Beberapa menit kemudian sebuah tangan yang besar terasa seperti mencekik leher Lala. Dan Lala menjadi bisu seketika itu juga. Di saat yang bersamaan, kaki Lala juga lumpuh. Kejadian itu terjadi pada bulan April 2002. Tidak sampai di situ saja. Iblis juga menyumbat pikiran Lala sehingga Lala menjadi amnesia dan tidak mengenali satu orang pun yang ada di dekatnya. Stres yang hebat mulai Lala alami. Ia merasa tidak memiliki pengharapan. Nilai-nilainya hancur dan teman-temannya satu per satu mulai pergi menjauhi dirinya.
Pencobaan Bunuh Diri
Lima hari sudah Lala lewati dalam keadaan buta, bisu, lumpuh dan tidak mengenali suara-suara yang ia dengar. Pilihan yang terlintas dalam pikiran Lala hanya ada 2; menyerahkan diri kepada iblis atau bunuh diri. Karena sudah tidak kuat menahan penderitaan tersebut, Lala memutuskan untuk bunuh diri. Ia mencoba meraba-raba seisi kamarnya untuk mencari barang yang tajam supaya dapat menikam lehernya sendiri dan menghabisi nyawanya. Tetapi niat itu batal ketika seseorang masuk ke dalam kamarnya dan menggenggam tangan Lala. Orang itu menuliskan sesuatu di atas tangan Lala, “Ini mama.” Dan lagi ia menuliskan sebuah kalimat, “Segala sesuatu indah pada waktu-Nya. Yesus sayang sama Lala.” Hingga akhirnya Lala menemukan pilihan yang ke-3, yaitu menerima Yesus.
Mujizat Kesembuhan Terjadi Saat Pelepasan
Sementara itu, selain kedua orang tua Lala, ada banyak orang berdoa untuk Lala. Karyawan Maranatha di bagian pembukuan juga ikut berpuasa untuk Lala, bahkan mereka berdoa selama berjam-jam. Mereka berdoa agar Tuhan segera menolong dan mengasihani Lala. “Saya melihat suatu keindahan yang Tuhan perlihatkan. Rumah kami menjadi rumah doa,” ucap Pak Bambang dengan wajah berseri-seri ketika memberikan kesaksian. Kebahagiaan terpancar dari mimik wajahnya yang tenang ketika ia mengingat kembali kejadian itu. Akhirnya mujizat kesembuhan terjadi. Doa orang benar besar kuasanya. Lala bisa mendengar dan berbicara lagi, meskipun ia belum bisa melihat.
Lala mulai ikut bernyanyi memuji dan menyembah Tuhan bersama teman-temannya. Dan secara ajaib perlahan-lahan warna hitam yang menutupi penglihatannya mulai berubah menjadi warna-warni. Lala bisa melihat kembali. “Saya mulai mengamati bahwa pujian dan penyembahan ada kuasa. Tuhan bertahta di atas puji-pujian,” ujar Lala.
Kejadian Aneh Muncul Kembali
Beberapa hari kemudian, ketika sedang berada di dalam mobil bersama kedua orang tua dan pamannya, Lala tiba-tiba menghilang. Kejadian itu membuat mereka menjadi ngeri dan panik, karena Lala tidak lagi berada bersama mereka. Sedangkan Lala sendiri tiba-tiba sudah berada di dalam sebuah rumah besar yang aneh. Beberapa anak muda menyapa kehadiran Lala. Lala tidak dapat menggerakkan anggota tubuhnya. Kuasa iblis seperti sedang menguasainya. Lalu datang seseorang memasuki ruangan, seorang laki-laki yang dahulu pernah berada di dalam kamar Lala. “Mungkin kamu lupa sama saya, tapi hari ini kamu akan saya jadikan permaisuriku,” ucap laki-laki itu. Dalam keadaan tidak berdaya, iblis membawa Lala ke pelaminannya.Anak-anak muda yang berada di dalam ruangan tersebut membaca sebuah mantera sambil mengiringi perjalanan Lala.
Lala dibawa oleh laki-laki itu dan diposisikan di sebelah dia sambil dirangkulnya. Semua orang yang ada di depan Lala memakai baju hitam, dan mereka terlihat sedang memakan daging mentah. Darah segar muncrat dari mulut mereka – mengotori lantai ruangan. Mulut mereka berlumuran darah. Lalu setelah itu anak-anak muda yang berada di dalam ruangan saling berhubungan seks.
Laki-laki misterius yang membawa Lala mulai berusaha menjamah tubuh Lala. Kemudian Lala melihat wajahnya berubah menjadi panjang. Tiba-tiba terbesit dalam pikiran Lala sebuah ajakan untuk menyebut nama Yesus. Lala pun berusaha berkata dalam hati, “Yesus tolong saya, walau saya lupa tentang Kau tapi saya tahu Kau mau menolong saya, Yesus tolong saya.”
Akhirnya ketika mata Lala berkedip, ia sudah berada di tempat lain lagi. Terlihat banyak angkot-angkot lewat. Lala sedang berada di pinggir jalan. Ia tidak tahu mau pulang ke mana. Walaupun dalam keadaan bingung, namun Lala bersukacita. Ia meneriakkan nama Yesus sehingga orang-orang memperhatikannya.
Lala masih tidak tahu harus pulang ke mana. Ia kembali berseru kepada Yesus. Untuk pertama kali dalam hidupnya, Lala mendengar suara Tuhan yang lembut, “Anak-Ku, orang tuamu sekarang ada di Gereja Sidang Jemaat Allah, di Jalan Sudirman. Ketahuilah Aku senantiasa menyertai kamu.”
Tuhan Yesus Mendatangi Lala
Setibanya di gereja itu, Lala bertemu kembali dengan pamannya. Mereka naik ke atas gedung gereja dan melihat kedua orang tua Lala sedang berdoa. Ibu Annie Prasetyo, ibu Lala, segera memeluk Lala sambil mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Yesus.
Lalu mereka semua turun ke bawah. Saat itu Lala merasa sudah sangat putus asa, dan berkata kepada ibunya bahwa ia mau mati saja. Ibu Annie mencoba menenangkan Lala. Dalam keadaan letih yang luar biasa tiba-tiba Lala melihat Yesus hadir di hadapannya. Mata Lala menatap lurus ke suatu titik. Orang-orang di sekeliling Lala mulai menengking-nengking, karena mereka berpikir Lala kembali didatangi oleh roh jahat. Namun Lala tetap tenang. Yesus mendekati Lala dan berkata, “Anak-Ku, Aku mengasihi engkau.” Dia lalu membuka tangan-Nya dan mengajak Lala untuk berdoa, “Bapa Kami yang di sorga…” Lala mengikutinya dan semua orang menangis.
Tak lama kemudian perut Lala dipelintir oleh iblis dan dipukul. Lala menjerit kesakitan. Tangan kiri Lala tetap dipegang oleh Tuhan. Suasana menjadi gaduh, namun Lala sempat mendengar suara Yesus, “Percayakah Kau kepadaku?” Lala menjawab, “Saya mau percaya asalkan saya sembuh dulu!” Hingga akhirnya Lala tidak sadarkan diri. Lau ia dibawa ke ruang doa. Peristiwa yang menggemparkan terjadi. Dalam keadaan tidak sadarkan diri, keluar suara lemah dari mulut Lala, “Ya Yesus, Engkau Anak Allah Yang Maha Tinggi. Engkau adalah Mesias yang sudah mengalahkan saya 2000 tahun yang lalu. Ampuni kami Tuhan.” Setelah terbatuk keras, Lala mulai sadar. Tuhan Yesus kembali bertanya kepada Lala pertanyaan yang sama, dan Lala segera menjawabnya, “Saya percaya Tuhan!” Tangan Tuhan menjamah wajah Lala dan seketika itu ingatan Lala mulai pulih. Ia dapat mengenali semua orang yang ada di ruangan tersebut. “Maukah Engkau memikul salib bersama-Ku?” tanya Yesus lagi. “Ya, saya mau!” jawab Lala dengan tegas. “Sampai maranatha,” ucap Yesus sebelum Ia pergi berlalu.
Kehidupan Lala dipulihkan dan diubah menjadi baru. Pak Bambang dan Ibu Annie kini mulai terlibat aktif dalam pelayanan. Mereka percaya, bahwa segala sesuatu terjadi untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Tuhan.
Firman Tuhan katakan, dalam kitab Kejadian 1:14-18 1:14 Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, 1:15 dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian. 1:16 Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. 1:17 Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, 1:18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Jadi benda benda penerang, di tatasurya, juga alam semesta untuk menjadi tanda yang menunjukan masa yang tetap, hari hari dan tahun tahun. Di dalam Alkitab, kitab Wahyu 12 tertulis: 12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
Perempuan Berselubung Matahari Dengan Mahkota 12 Bintang
12:2 Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.
Wanita Tanda Besar di Langit Sedang Mengandung
12:3 Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. 12:4 Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.
Wanita dan Naga yang Mau Menelan Anaknya
12:5 Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya. 12:6 Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya. 12:7 Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, 12:8 tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga. 12:9 Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya. Kitab Wahyu 12 digenapi pada tanggal 23 September 2017. Terlihat rasi bintang Virgo (Virgin) dengan 12 bintang di atas kepalanya, rasi bintang Leo dan planet Mercurius, Mars, Venus. Matahari di dekat kepalanya, dan bulan pada kakinya. Hasil digenerate dengan program simulasi tata surya dan astronomi Stellarium (bisa di download di https://sourceforge.net/projects/stellarium/)
Posisi Matahari, Rasi Virgo (Virgin), Leo (Mahkota + Merkurius, Mars, Venus) dan Bulan pada kaki Virgo, Serta Jupiter lahir dari rahim Virgo digenapi tanggal 23 September 2017
Video berikut menunjukan Planet Jupiter Berosilasi, di rahim rasi bintang virgo 9 bulan.
Gerakan Tata Surya dari Tgl 1/11/2016 sd 24/9/2017 di rasi bintang Virgo
Planet Jupiter ada di dalam rahim rasi bintang virgo selama 9 bulan dan tanggal 23 September 2017 keluar, lahir. Namun dimanakah naga merah padam yang dimaksud oleh Wahyu 12? Video Youtube yang lain menjelaskan penggenapan Wahyu 12 tanggal 23 September 2017.
Penggenapan Wahyu 12 tanggal 23 September 2017
Untuk menemukan posisi naga merah padam, bisa dilihat dengan aplikasi Google Sky https://www.google.com/sky/ pilih rasi bintang Virgo, dan set mode infrared, tampak gambar berikut. Naga merah padam informasinya ditutupi oleh google sky.
Lokasi Naga Merah Padam ditutup oleh Google Sky
Jika dilihat pakai Telescope Virtual Nasa, Sky View, isikan koordinat 13h 47m 58s -8 40' 43" pada Query From Sky View di https://skyview.gsfc.nasa.gov/current/cgi/query.pl , setelah itu set Infrared Telescope IRAS 100 micron, dan pilih color table Prism. Akan didapat naga merah padam.
Naga Merah Padam yang akan menyeret 1/3 bintang
dan melemparkannya ke bumi pada posisi 13h 47m 58s -8 40' 43"
Dalam Alkitab dapat dibaca tentang kedatangan Yesus, Anak Manusia, Injil Lukas 21:25"Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. 21:26 Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. 21:27 Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. 21:28 Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat." Apakah tanda tanda di atas berarti akan dimulai masa tribulation 7 tahun, dan gereja akan diangkat saat kedatangan Tuhan Yesus Kristus di awan-awan mengangkat gerejaNya. Apakah hujan meteor atau asteroid akan terjadi secara dahysat, seperti jaman Dinosaurus musnah. Berdoa dan berjaga-jagalah. Tuhan Yesus Akan datang Segera. Maranatha. Haleluya. Pesan Tuhan Yesus Kristus dalam kitab Lukas: 21:29Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: "Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. 21:30 Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat. 21:31 Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. 21:32 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi. 21:33 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu." 21:34 "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. 21:35 Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini.
21:36 Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia."
Wahyu 12 (click untuk melihat videonya)
Masa masa kuasa kuasa langit akan goncang, deru dan gelora laut yang dahsyat.
Revelation (click untuk menonton videonya)
I Saw Rapture Happening (click untuk menonton videonya)
Saat Sangkakala Ditiup, Disaster (click untuk menonton videonya)
Doulos Setia Lion of God 26 Agustus 2017 Read More..
Perkenalkan nama saya : Rio Firmansyah Tempat tangal lahir : Jakarta, 07-08-1998 Almarhum papa saya orang Padang dan mama saya orang Palembang. Setelah mempercayai Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, nama saya menjadi : Filipus Rio Firmansyah. Saya dibaptis di Gereja Tiberias Indonesia oleh Pdt. DR. Yesaya Pariadji, pada tanggal 10 Mei 2012.
Saya mau berbagi kesaksian saya, dahulu saya seorang beragama muslim dan sebagai seorang Islam saya menjalankan syari'at dan perintah-perintah-Nya. Saya selalu sholat 5 waktu dan tahajud tak pula lupa zakat dan fitrah dan puasa wajib dan puasa di bulan ramadhan. Semuanya saya menjalankan dengan setulus hati saya. Dari saya TK saya selalu diajari mengaji oleh orang tua saya. Saya sudah ditinggalkan oleh almarhum papa saya di tahun 2007. Semua urusan rumah tangga dan anak-anaknya mama saya yang urus sampai besar-besar dan bersekolah tinggi.
Click Untuk Melihat Video Kesaksian Rio Firmansyah #1
Click Untuk Melihat Video Kesaksian Rio Firmansyah #2
Ke Sorga dan Neraka
Berawal sesudah lulus sekolah dasar di SD Muhamadiyah 4 Depok dan pada kelas 4 SD saya sekolah di Pesantren di Al Habib Asegaf Bin Mahdi, Parung - Bogor. Kisah saya di Injili Isa Al Masih Yesus Kristus dibawa ke sorga dan neraka pada bulan Juni tahun 2011 Jam 02.00 pagi sampai jam 05.00 pagi. Berawal saya melihat suatu sosok 3 orang, 2 di antaranya di belakang-Nya kanan dan kiri, yang satu ini orang yang berjubah putih bersih dan wangi dan bersinar, menghampiri saya dan lelaki itu berambut panjang dan ganteng sekali dan sanggat bercahaya kilau kemuliaan dari Sorga dan berkata kepada saya, "RIO IKUTILAH AKU."
Sampai suara itu 3 kali terdengar di telinga saya dan tangan Tuhan Yesus berlubang dan lalu tangan Tuhan Yesus saya pegang dan roh saya keluar dari tubuh saya, sehingga roh saya melayang-layang di udara. Saya terbang terus ke langit, sampai ke luar bumi.
Saya melihat ke bumi, banyak sekali api-api mengelilingi bumi dan saya dibawa terus sampai ke suatu tempat, Istana yang sangat besar berkilau dan jalanannya berkilau-kilauan dari emas dan berlian, bebatuan, daun-daun semua dari berkilauan dan kemuliaan Tuhan ada di situ dan banyak sekali orang-orang yang berjubah putih, dan saya melihat banyak sekali malaikat-malaikat penghuni Sorga itu dan saya berkata kepada Tuan itu, "Tuan, .. Tuan, saya mau pergi ke Istana itu. Tuan itu menjawab, "TIDAK BISA, TEMPAT MU DI SANA."
Dan saya melihat suatu tempat yang sinarnya panas seperti api yang menyala-nyala. Saya merasakan APAKAH SAYA SUDAH MATI. Di pintu itu ada dua sosok malaikat memakai jubah hitam tinggi, membawa pedang dan tongkat yang panas menjaga pintu neraka itu dan saya pun juga berkata kepada TUHAN YESUS, "Tuan tuan tuan, saya takut." Dan Tuan itu berkata, "ENGKAU TIDAK USAH TAKUT SEBAB AKU BERSAMAMU RIO"
Aku berjalan memasuki pintu neraka dan pintu itu terbuka dan saya melihat orang-orang yang di tarik-tarik di injak dan banyak sekali iblis-iblis yang menerkam mereka dan hidup mereka terlambat bertobat. Tuan itu berkata lagi kepada saya, "LIHATLAH BANYAK SEKALI ORANG ORANG YANG DI DUNIA YANG TERLAMBAT BERTOBAT SEKALIPUN MEREKA ORANG KRISTEN." Dan mereka melalui terowongan yang panjang sekali. Saya melihat banyak dan ribuan orang yang memasuki terowongan neraka itu dan ditarik-tarik, di injak-injak, dipukul, dipotong dan di situ saya menangis dalam hati saya, oh Tuhan apakah aku ini manusia yang berdosa sehingga saya cepat mati dan Tuan itu juga berkata lagi kepada saya, "RIO .. RIO .. RIO, CEPATLAH SEBELUM WAKTU MU HABIS." Dan suara itu selalu terdengar di telinga saya dan tibalah saya di dalam neraka itu yang sangat begitu luasnya lautan api nereka di situ.
Saya melihat perempuan yang terpotong lidahnya, dipotong kepalanya, sampai badan mereka menjadi tengkorak dan ada lagi di potong-potong mereka dan diceburkan di dalam lautan api yang sangat panas itu dan saya berbelok arah ke sebelah kiri melihat papa saya yang sudah meninggal pada tahun 2007 kok ada di tempat seperti ini. Tuan mengapa papaku ditempatkan di neraka, lalu Tuan itu menjawab lagi, "RIO, KARENA PAPA MU BELUM MENERIMA AKU SEBAGAI TUHAN DAN JURUSELAMATNYA." (Padahal papa saya seorang haji). Dan saya melihat ke sebelah kanan lagi, kok saya melihat mama saya, mama saya berada di tempat gelap sedang merenung sedih memakai pakaian hitam sobek-sobek, saya bertanya kepada Tuan itu, "Ada apa dengan mama saya Tuan? bukankah mama saya masih hidup?" jawab Tuan itu, "BENAR RIO, TETAPI DIA BELUM MENERIMAKU, PAKAIAN MAMA MU MASIH KOTOR KARENA DOSA, SAMPAIKAN KEPADA NYA TERIMA AKU MAKA DIA AKAN SELAMAT."
Akhirnya saya pun meninggalkannya, saya digiring keluar dari tempat itu, tetapi di tengah jalan saya melihat banyak jiwa-jiwa yang terbakar di lembah api, kulit mereka meleleh, dan kelihatan tengkoraknya, mereka berteriak-teriak minta tolong, dan ada satu orang di dalam lembah api itu berteriak, "Tolong sampaikan kepada orang-orang di bumi, jangan mengikuti aku, ikutilah Yesus, sampaikan ke semua orang di bumi, jangan ikuti aku, semua hanya karanganku!!!" Lalu saya digiring keluar oleh Tuhan Yesus, lalu saya terbang dengan kecepatan tinggi menuju surga.
Ketika saya sampai di surga, saya melihat gerbang surga yang begitu indah dan besar dijaga oleh 2 malaikat, saya ingin masuk tapi ditahan oleh 2 malaikat itu, katanya kepada saya, "KAMU TIDAK BOLEH MASUK SEBAB PAKAIANMU KOTOR, KAMI AKAN GANTI PAKAIANMU." Maka dengan sekejap pakaian saya berubah menjadi jubah putih yang terang dan indah sekali, akhirnya gerbangpun dibuka, saya di sambut oleh banyak malaikat-malaikat dan jiwa-jiwa, mereka mengatakan "SELAMAT DATANG DI KERAJAAN SURGA."
Saya melihat pemandangan yang luar biasa, jalan yang terbuat dari emas, permata, berlian, rumah-rumah yang begitu banyak, semua dari emas, dan saat itu Tuan mengajakku makan di meja yang sangat panjang, Tuan itu sekarang memakai mahkota, dan saya melihat Maria ibu Yesus pun di sebelah-Nya, Maria sangat cantik seperti masih muda, dan ada juga banyak orang di meja itu, setelah itu TUHAN YESUS berkata kepadaku, "RIO IKUTILAH AKU, AKULAH YANG EMPUNYA KERAJAAN SURGA." Kata saya kepadaNya, "Baik Tuan, aku percaya sekarang, aku akan mengikut Engkau", tetapi Tuan itu berkata, "JIKA ENGKAU MENGIKUT AKU, KAMU AKAN DIUSIR, DISIKSA DAN DI CACI MAKI OLEH KELUARGAMU, TETAPI JANGANLAH TAKUT SEBAB AKU SELALU MENYERTAIMU RIO." Kata saya kepadaNya, "Baik Tuan apa pun yang terjadi aku akan mengikut Engkau" kemudian Tuan itu berkata, "BAIKLAH RIO, SEKARANG WAKTUNYA KAMU KEMBALI LAGI KE BUMI, DAN CERITAKAN APA YANG SUDAH KAMU LIHAT KEPADA SEMUA ORANG."
Kemudian saya pun seperti terjatuh lagi meluncur sampai ke bumi terus menuju rumah saya, dan menuju kamar aku kemudian saya masuk kembali ke tubuh saya.
Ketika saya menceritakannya kepada keluarga saya, keluarga saya langsung marah besar, ketika saya ke gereja, mereka mengetahuinya, kemudian mereka menyiksa saya, mencaci-maki saya, mereka memukul saya, menendang saya, mencambuk saya, saya hanya diam dan menyebut nama Tuhan Yesus, tetapi saya kemudian tidak merasa sakit walau badan saya terluka, sampai saya SMP saya terus disiksa jika saya ke gereja, sampai pada akhirnya mereka tanya, "Siapa Tuhanmu sekarang Rio? Jawab!" Saya dengan tegas menjawab "Tuhan Yesus!!" Semakin saya menyebut nama Yesus, saya semakin disiksa, hingga akhirnya mama saya minta tolong kepada paman saya yang haji supaya mengeluarkan setan kristen yang ada di dalam diri saya, tetapi saya berani menjawab mama saya, "Mama, Tuhan Yesus ada di dalam diri aku, mama, mau pakai air suci atau orang pintar pun, aku tidak takut, tidak akan mempan ma." Mama saya pun marah dan mengusir saya dari rumah, dan mama saya pun tidak menganggap saya anak lagi.
Akhirnya saya pergi dari rumah ke rumah untuk bisa makan dan tidur, saya selalu bertemu dengan orang-orang yang baik yang mau menampung saya, saya percaya Tuhan itu tidak meninggalkan saya sedetik pun, sekarang saya tinggal dengan Maria Ellizabeth dan kakaknya yang mau menampung saya, Tuhan mempertemukan saya dengan mereka di gereja, mereka yang juga dulunya muslim, yang mempunyai latar belakang yang sama, sekarang saya pun sedang melanjutkan sekolah saya yang sempat berhenti karena masalah itu.
Ohh iya, Paman saya sempat bilang ke mama saya, "Ada seseorang berjubah putih yang ada dalam diri Rio, sosok yang tidak bisa dikalahkan dengan apapun dan siapapun" Mereka pun langsung bingung sebab Rio tidak bisa disembuhkan.
Demikian kesaksian saya. TUHAN YESUS memberkati...
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6)
"Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!" (Ibrani 4:7) Kesaksian disadur dari Yehuda Ministry, Youtube. Read More..
Dewi Ria seorang wanita keturunan Arab di Indonesia, dibesarkan dalam keluarga Pesantren, yang mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus secara pribadi dan pada saat ia mengalami perjuangan didalam mempertahankan imannya.
Kesaksian dan Pujian Dewi Ria Jeremiah (click untuk melihat video)
Dan kini ibu yang sudah dikaruniakan 3 anak ini tetap setia melayani Tuhan Yesus bersama suami dan keluarganya. mantan penyanyi dangdut yang dulu cukup terkenal, Dewi Ria Primadona menyampaikan kesaksian hidupnya. Kini ia sudah giat melayani lewat talentanya bernyanyi.
Dewi lahir di Surabaya pada 12 Maret 1976. Neneknya berdarah India dan kakeknya berdarah Arab. Dulu Dewi adalah seorang artis dangdut, dan lagu-lagunya yang populer saat itu berjudul Perawan dan Bujang, Perjaka dan Gadis Desa, dan lagu Selamat Lebaran dari artis-artis Atlantik. Kemudian Dewi meninggalkan keartisannya, dan memilih untuk aktif melayani Tuhan, karena ia merasakan ada jamahan Tuhan dalam kehidupannya.
“Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan,” ujar wanita cantik ini. Sewaktu Dewi menerima Yesus di dalam hatinya, ia yang awalnya bukan pengikut Tuhan Yesus Kristus sempat disidang oleh keluarga besarnya, bahkan dikurung di satu kamar oleh ibunya. Tiap hari Dewi hanya diberikan satu kantong plastik untuk buang air besar dan buang air kecil. Juga penyiksaan lainnya, kerap diterima Dewi dari ibunya, seperti dijedotin di tembok, diinjak-injak, dan dicelupin kepalanya di WC.
Dan hanya waktu makan saja, ibunya mau masuk ke kamar Dewi. Semua bentuk penyiksaan sudah diterimanya. Tetapi Dewi tidak pernah mundur dan tidak dendam, karena ia tidak takut mati. Dewi percaya, kalaupun ia mati pasti masuk surga. Ia pun percaya jika satu orang bertobat, maka seisi rumah diselamatkan oleh Tuhan Yesus. Dan dua tahun yang lalu, sebelum ibunya meninggal dunia, ibundanya yang pernah ingin membunuhnya itu sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat
Selanjutnya, pada akhir Februari 2017 lalu, adiknya yang juga seorang penyanyi dangdut bernama Citra Yunita, yang pernah jadi pacar Saiful Jamil, pun sudah menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya. Dewi percaya Firman Tuhan digenapi. Pada tahun lalu, katanya, Tuhan ijinkan ia untuk membuat album dangdut rohani.
Lagu Rohani Kristen Berbahasa Arab dari Dewi Ria Jeremiah